Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah adala shalat bersama, minimal terdiri dari dua orang yaitu imam dan makmum.

Walaupun shalat berjamaah hukumnya sunah, tetapi sangat diutamakan. Cara mengerjakannya adalah imam berdiri didepan dan makmum dibelakangnya. Makmum harus mengikuti perbuatan imam dan tidak boleh mendahului imam dalam setiap gerakan.

Shalat yang disunahkan berjamaah :

  • Shalat fardhu
  • Shalat Id (dua hari raya)
  • Shalat tarawih dan witir di bulan ramadhan.
  • Shalat minta hujan.
  • Shalat gerhana matahari dan bulan
  • Shalat jenazah.

Syarat-syarat shalat berjamaah

  • Menyengaja (niat) mengikuti imam.
  • Mengetahui segala yang dikerjakan imam.
  • Jangan ada dinding yang menghalangi antara imam dan makmum, kecuali bagi perempuan di mesjid hendaklah ditutup dengan tirai, asal ada salah seorang atau sebagian mengetahui gerakan imam (makmum yang dapat diikuti).
  • Jangan mendahului imam dalam takbir, dan jangan mendahului atau melambatkan diri dua rukun fi’li.
  • Jangan ada di depan tempatnya imam.
  • Jarak antara imam dan makmum atau antara makmum dan baris makmum yang terakhir tidak lebih dari 300 hasta.
  • Shalat makmum harus sesuai dengan imam, maksudnya sama-sama dhuhur atau yang lainnya.

Yang boleh menjadi Imam

  • Laki-laki makmum kepada laki-laki.
  • Perempuan makmum kepada laki-laki.
  • Perempuan makmum kepada perempuan.
  • Banci makmum kepada laki-laki.
  • Perempuan makmum kepada banci.

Yang tidak boleh dijadikan imam :

  • Laki-laki makmum kepada banci.
  • Laki-laki makmum kepada perempuan.
  • Banci makmum kepada perempuan.
  • Banci makmum kepada banci.
  • Orang yang fasih membaca Al Quran makmum kepada orang yang tidak tahu membaca (yang banyak salah bacaannya)

Makmum yang terlambat datang (masbuq)

Jika seorang makmum mendapatkan imamnya sedang rukuk dan terus mengikutinya, maka sempurnalah rakaat itu baginya meskipun dia tidak sempat membaca Al Fatihah.

Jika ia mengikuti imam setelah rukuk, maka ia harus mengulangi rakaat itu nanti, karena rakaat ini tidak sempurna dan tidak termasuk hitungan baginya.

Jika makmum yang mengikuti imam tasyahud akhir dari salah satu shalat, maka tasyahud yang dikerjakan oleh makmum itu tidak termasuk bilangan baginya, dan ia harus menyempurnakan shalatnya sebagaimana biasa sesudah imam memberi salam.

Related posts

Leave a Comment