Shalat Jamak dan Qashar (Pengertian, Tata Cara, Syarat, dan Niat)

Salat Qasar adalah melakukan salat dengan meringkas/mengurangi jumlah rakaat salat yang bersangkutan. Salat Qasar merupakan keringanan yang diberikan kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan (safar). Adapun salat yang dapat diqasar adalah salat zuhur, asar dan isya, di mana rakaat yang aslinya berjumlah 4 dikurangi/diringkas menjadi 2 raka’at saja.dan tidak boleh mengqasar salat subuh dengan zuhur dan harus berpasangan zuhur dengan ashar magrib dengan isya.

Dalil mengenai salat qasar

  1. “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqasar salat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS an-Nisaa’ 101)
  2. Dari ‘Aisyah ra berkata : “Awal diwajibkan salat adalah dua rakaat, kemudian ditetapkan bagi salat safar dan disempurnakan ( 4 rakaat) bagi salat hadhar (tidak safar).” (Muttafaqun ‘alaihi)
  3. Dari ‘Aisyah ra berkata: “Diwajibkan salat 2 rakaat kemudian Nabi hijrah, maka diwajibkan 4 rakaat dan dibiarkan salat safar seperti semula (2 rakaat).” (HR Bukhari) Dalam riwayat Imam Ahmad menambahkan : “Kecuali Maghrib, karena Maghrib adalah salat witir di malam hari dan salat Subuh agar memanjangkan bacaan di dua rakaat tersebut.”

Jamak dan Qasar

Jarak qasar

Seorang musafir dapat mengambil rukhsah salat dengan mengqasar dan menjamak jika telah memenuhi jarak tertentu. Beberapa hadits tentang jarak yang diijinkan untuk melakukan salat qasar:

  1. Dari Yahya bin Yazid al-Hana?i berkata, saya bertanya pada Anas bin Malik tentang jarak salat Qashar. Anas menjawab: “Adalah Rasulullah SAW jika keluar menempuh jarak 3 mil atau 3 farsakh dia salat dua rakaat.” (HR Muslim)
  2. Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai penduduk Mekkah janganlah kalian mengqashar salat kurang dari 4 burd dari Mekah ke Asfaan.” (HR at-Tabrani, ad-Daruqutni, hadis mauquf)
  3. Dari Ibnu Syaibah dari arah yang lain berkata: “Qasar salat dalam jarak perjalanan sehari semalam.”
  4. Adalah Ibnu Umar ra dan Ibnu Abbas ra mengqasar salat dan buka puasa pada perjalanan menempuh jarak 4 burd yaitu 16 farsakh.

Ibnu Abbas menjelaskan jarak minimal dibolehkannya qasar salat yaitu 4 burd atau 16 farsakh. 1 farsakh = 5541 meter sehingga 16 Farsakh = 88,656 km. Dan begitulah yang dilaksanakan sahabat seperti Ibnu Abbas dan Ibnu Umar. Sedangkan hadits Ibnu Syaibah menunjukkan bahwa qashar salat adalah perjalanan sehari semalam. Dan ini adalah perjalanan kaki normal atau perjalanan unta normal. Dan setelah diukur ternyata jaraknya adalah sekitar 4 burd atau 16 farsakh atau 88,656 km. Dan pendapat inilah yang diyakini mayoritas ulama seperti imam Malik, imam asy-Syafi’i dan imam Ahmad serta pengikut ketiga imam tadi.

Pengertian Salat Jamak

Salat Jamak yaitu salat yg dilaksanakan dengan mengumpulkan dua salat wajib dalam satu waktu, seperti salat Zuhur dengan Asar dan salat Magrib dengan salat Isya (khusus dalam perjalanan). Adapun pasangan salat yang bisa dijamak adalah salat Dzuhur dengan Ashar atau salat Maghrib dengan Isya. Salat jamak dibedakan menjadi dua tipe yakni:

  1. Jama’ Taqdim penggabungan pelaksanaan dua salat dalam satu waktu dengan cara memajukan salat yang belum masuk waktu ke dalam salat yang telah masuk waktunya (seperti penggabungan pelaksanaan salat Asar dengan salat Zuhur pada waktu salat Zuhur atau pelaksanaan salat Isya dengan salat Magrib pada waktu salat Magrib)
  2. Jama’ Ta’khir penggabungan pelaksanaan dua salat dalam satu waktu dengan cara mengundurkan salat yang sudah masuk waktu ke dalam waktu salat yang berikutnya (seperti penggabungan pelaksanaan salat Zuhur dengan salat Asar pada waktu salat Asar, atau pelaksanaan salat Magrib dengan salat Isya pada waktu salat Isya)

Syarat jamak takdim

  1. Apabila musafir akan melakukan jamak salat dengan jamak taqdim, maka dia harus mendahulukan salat yang punya waktu terlebih dahulu. Semisal musafir akan menjamak salat maghrib dengan shoalt isya’, maka dia harus mengerjakan salat maghrib terlebih dahulu. Apabila yang dikerjakan terlebih dahulu adalah salat isya’, maka salat salat isya’nya tidak sah. Dan apabila dia masih mau melakukan jamak, maka harus mengulangi salat isya’nya setelah salat maghrib.
  2. Niat jamak pada waktu salat yang pertama. Apabila musafir mau melakukan salat jamak dengan jamak taqdim, maka diharuskan niat jamak pada waktu pelaksanaan salat yang pertama. Jadi, selagi musholli masih dalam salat yang pertama (asal sebelum salam), waktu niat jamak masih ada, namun yang lebih baik, niat jamak dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.
  3. Muwalah (bersegera). Antara kedua salat tidak ada selang waktu yang dianggap lama. Apabila dalam jamak terdapat pemisah (renggang waktu) yang dianggap lama, seperti melakukan salat sunah, maka musholli tidak dapat melakukan jamak dan harus mengakhirkan salat yang kedua serta mengerjakannya pada waktu yang semestinya.
  4. Masih berstatus musafir sampai selesainya salat yang kedua. Orang yang menjamak salatnya harus berstatus musafir sampai selesainya salat yang kedua. Apabila sebelum melaksanakan salat yang kedua ada niatan muqim, maka musholli tidak boleh melakukan jamak, sebab udzurnya dianggap habis dan harus mengakhirkan salat yang kedua pada waktunya.

Syarat jamak ta’khir

  1. Niat menjamak ta’khir pada waktu shalat yang pertama. Misalnya, jika waktu shalat zhuhur telah tiba, maka ia berniat akan melaksanakan shalat zhuhur tersebut nanti pada waktu ashar.
  2. Pada saat datangnya waktu shalat yang kedua, ia masih dalam perjalanan. Misalnya, seseorang berniat akan melaksanakan shalat zhuhur pada waktu ashar. Ketika waktu ashar tiba ia masih berada dalam perjalanan. Dalam jamak ta’khir, shalat yang dijamak boleh dikerjakan tidak menurut urutan waktunya. Misalnya shalat zhuhur dan ashar, boleh dikerjakan zhuhur dahulu atau ashar dahulu. Di samping itu antara shalat yang pertama dan yang kedua tidak perlu berturut-turut (muwalat). Jadi boleh diselingi dengan perbuatan lain, misalnya shalat sunat rawatib.

Jama dan Qashar

Musafir yang memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan diatas boleh mengerjakan shalat jama’ dan qashar sekaligus, yaitu mengumpulkan shalat dan memendekkannya.

Niat Shalat dhuhur jama’ taqdim

اُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًامَجْمُوْعًااِلَيْهِ الْعَصْراَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhodh dhuhri rak’ataini qasran majmuu’an ilaihil ‘asri ada an lillahi ta’alaa. Allaahu akbar. (Saya niat shalat fardhu dhuhur dua rakaat qashar, dengan jama’ sama ashar fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat ashar jama’ taqdim

اُصَلِّ فَرْضَالْعَصْرِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًامَجْمُوْعًااِلَىى الظُّهْرِاَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhal ‘asri rak’ataini qasran majmuu’an iladhdhuhri ada an lillahi ta’alaa. Allaahu akbar. (Saya niat shalat fardhu ashar dua rakaat qashar, dengan jama’ sama dhuhur fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat dhuhur jama’ ta’khir

اُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًامَجْمُوْعًااِلَى الْعَصْرِاَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhodh dhuhri rak’ataini qasran majmuu’an ilal ‘asri ada an lillahi ta’alaa. Allaahu akbar. (Saya niat shalat fardhu dhuhur dua rakaat qashar, dengan jama’ sama ashar fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Shalat ashar jama’ ta’khir

اُصَلِّ فَرْضَالْعَصْرِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًامَجْمُوْعًااِلَيْهِ الظُّهْرُاَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhal ‘asri rak’ataini qasran majmuu’an ilaihidhdhuhru ada an lillahi ta’alaa. Allaahu akbar. (Saya niat shalat fardhu ashar dua rakaat qashar dengan jama’ sama dhuhur fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat shalat maghrib jama’ taqdim

اُصَلِّ فَرْضَ الْمَغْرِبِثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًااِلَيْهِ الْعِشَاءُاَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin majmuu’an ilaihil ‘isyaa u ada an lillaahi ta’ala. Allahu akbar. (Saya niat shalat maghrib tiga rakaat jama’ dengan isya, fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat isya’ jama taqdim

اُصَلِّ فَرْضَ الْعِشَاءِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًامَجْمُوْعًا اِلَى الْمَغْرِبِ اَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhal ‘isyaa i rak’ataini qashran majmuu’an ilal maghribi ada an lillaahi ta’ala. Allahu akbar. (Saya niat shalat isya dua rakaat qashar dan jama’ sama maghrib, fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat maghrib jama’ ta’khir

اُصَلِّ فَرْضَ الْمَغْرِبِثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًااِلَى الْعِشَاءِاَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin majmuu’an ilal ‘isyaa i ada an lillaahi ta’ala. Allahu akbar. (Saya niat shalat maghrib tiga rakaat jama’ dengan isya, fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat isya’ jama’ ta’khir

اُصَلِّ فَرْضَ الْعِشَاءِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًامَجْمُوْعًا اِلَيْهِ الْمَغْرِبُ اَدَاءًلِلّٰهِ تَعَالٰى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli fardhal ‘isyaa i rak’ataini qashran majmuu’an ilaihil maghribu ada an lillaahi ta’ala. Allahu akbar. (Saya niat shalat isya dua rakaat qashar dan jama’ sama maghrib, fardhu karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Related posts

Leave a Comment