Hadits Shahih Tentang Keutamaan Dzikir

Dzikir adalah sebuah aktifitas ibadah dalam umat Muslim untuk mengingat Allah. Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam al-Qur’an. Bacaan zikir yang paling utama adalah kalimat “Laa Ilaaha Illallaah”, sedangkan doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah”. Seseorang yang melakukan zikir disebut dzaakir.

Banyak sekali firman Allah di dalam Al Quran dan dari Hadist Rasulullah saw yang menerangkan tentang keutamaan berzikir, diantaranya adalah:

Dalil Al Quran Tentang Dzikir

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberi rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku).” (Al Baqarah ayat 152)

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya).” (Al Ahzaab ayat 42)

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (Al Ahzaab ayat 35)

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al A’raaf ayat 205)

Dzikir

Hadis Rasulullah tentang dzikir:

“Perumpamaan orang yang menyebut (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama-Nya), laksana orang hidup dengan orang mati.” (HR. Bukhari dalam Fathuulbaari 11/208)

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakannya, laksana orang hidup dengan yang mati.” (Shahih Muslim 1/539)

“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu ?” Para sahabat yang hadir berkata : “Mau (wahai Rasulullah !) Beliau bersabda : “Zikir kepada Allah Yang Maha Tinggi.” (HR Tirmidzi 5/459, Ibnu Majah 2/1245)

“Aku terserah persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam hatinya, Aku menyebutnya di hati-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061)

Dari Abdullah bin Busur ra, dia berkata : Sesungguhnya seorang laki-laki berkata : “Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya syariat islam telah banyak aku terima, oleh karena itu beritahulah aku sesuatu buat pegangan.” Beliau berkata : “Tidak hentinya lidahmu basah karena zikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya). (HR Tirmidzi 5/458 dan Ibnu Majah 2/1246)

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata : Alif laam miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi 5/175)

Dari Uqbah bin Amir ra, dia berkata : “Rasulullah saw keluar, sedang kami di serambi mesjid (Madinah). Lalu beliau bersabda : ‘Siapakah diantara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yng besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak ?’ Kami (yang hadir) berkata : ‘Ya kami senang, Wahai Rasulullah!’ Lalu beliau bersabda : ‘Apakah seseorang daintara kamu tidak berangkat pagi ke mesjid, lalu mengajar atau membaca dua ayat AL Quran, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila mengajar atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila membaca atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta) dan dari seluruh bilangan unta’.” (HR Muslim 1/553)

“Barangsiapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berzikir kepada Allah di dalamnya, maka dia akan mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah. Barangsiapa yang berbaring di suatu tempat, lalu tidak berzikir kepada Allah, maka akan mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah.” (HR Abu Dawud 4/264)

“Apabila suatu kaum duduk di majelis, lantas tidak berzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabi-Nya, niscaya mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah. Apabila Allah berkehendak, maka akan menyiksa mereka ; dan apabila tidak, Allah akan mengampuni dosa mereka.” (Shahih Tirmidzi 3/140)

“Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan mereka akan menyesal (di hari kiamat).” (HR Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan Shahih Bukhari 5/176)

Related posts

Leave a Comment