Bacaan doa iftitah dalam shalat yang benar dan lengkap

Saat mendirikan shalat, ada beberapa doa dan surat yang harus kita baca. Salah satunya adalah doa iftitah.

Doa iftitah adalah doa yang dibacakan pada saat sholat, tepatnya pada saat setelah kita melakukan takbiratul ihram (takbir yang pertama setelah membaca niat), Nah disinilah kita disunahkan untuk membaca doa iftitah ini sebelum kita membaca surat al-fatihah.

Membaca doa iftitah ini adalah sunnah. Hukum sunnah ini berlaku ketika tidak ada bacaan apapun yang memisahkan antara takbiratul ihram dengan doa iftitah. Tapi apabila ada bacaan lain yang menjadikan keduanya terpisah, sekalipun dengan bacaan “aamiin”, maka akan lebih baik kita meninggalkan bacaan doa iftitah. Sebab yang seperti ini dihukumi mubah dan tidak berpahala.

Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa doa iftitah ini harus dibaca langsung setelah takbiratul ihram. Tapi kita dianjurkan untuk mengambil napas setelah takbiratul ihram, baru melanjutkannya dengan membaca doa iftitah.

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْت وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

 

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha, haniifam-muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaa lika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

Related posts

Leave a Comment