Doa Nabi Muhammad agar mendapat petunjuk dan rahmat

Umar bin Khaththab berkata, “Alangkah nikmat mendapatkan shalawat dan rahmat, dan alangkah nikmat mendapatkan Hidayah.”

Kadar rahmat (kasih sayang Allah) yang diterima seseorang tergantung pada kadar Hidayahnya, maka sesempurna-sempurna orang beriman adalah yang paling banyak menerima rahmat.

“Mereka itulah yang mendapat shalawat (keberkatan yang sempurna) dan Rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat Petunjuk.” (Al-Baqarah: 157)

Demikian pula halnya dengan orang lain, semakin luas ilmunya maka semakin luas kasih sayangnya. Dan sungguh rahmat dan ilmu Allah telah meliputi segala sesuatu, Allah merahmati setiap sesuatu, dan ilmu Allah meliputi setiap sesuatu. Allah Maha Penyayang kepada segenap hamba-Nya lebih dari kasih sayang ibu terhadap anaknya, bahkan lebih penyayang dari seorang hamba terhadap dirinya sendiri.
Sebagaimana dia telah berfirman tentang hamba-Nya Al Khidir,
“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”  (Al- Kahfi: 65)

Dia lebih mengetahui tentang maslahat hamba daripada hamba itu sendiri. Dan karena sang hamba tidak mengetahui apa yang maslahat bagi dirinya, juga karena ia bersikap zalim terhadap dirinya, sehingga ia berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang justru membahayakan dan menyakitkan dirinya, mengurangi bagian pahala dan kemuliaannya, dan menjauhkannya dari kedekatan dengan-Nya. Tetapi meskipun demikian, sang hamba menyangka bahwa hal itu bermanfaat dan akan membuatnya mulia.
“Lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123).

Agar mendapat petunjuk dan rahmat dari Allah, maka selain berikhtiar, juga harus selalu berdoa kepada Allah. adapun doa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah seperti yang di bawah ini:

رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَاِذْهَدَيْتَنَاوَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

Ya Allah, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah menerima petunjuk Engkau, dan berilah kami akan rahmat dari Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah dzat yang banyak pemberiannya. (al Imran ayat 8)

Related posts

Leave a Comment