Doa Nabi Zakaria Kepada Allah Agar Memperoleh Keturunan

adalah salah seorang nabi yang disebut Al Qur’an. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 2 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 8 kali di dalam Al Qur’an. Ia memiliki 1 orang anak dan wafat di Syam.

Zakaria bin Dan bin Muslim dari keturunan Rahbaam bin Sulaiman. Zakaria bersaudara kandung dengan Imran, ia menikah dengan seorang wanita bernama Elisabeth.

Kisah mengenai Nabi Zakaria disebutkan di dalam Al Qur’an surat Maryam ayat 1-15:

  1. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad[a].
  2. (yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
  3. Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
  4. ia berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku.
  5. dan Sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku[b] sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, Maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,
  6. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan Jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
  7. Hai Zakaria, Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Dia.
  8. Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, Padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) Sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
  9. Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah aku ciptakan kamu sebelum itu, Padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.
  10. Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, Padahal kamu sehat”.
  11. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
  12. Hai Yahya, ambillah[c] Al kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. dan Kami berikan kepadanya hikmah[d] selagi ia masih kanak-kanak,
  13. dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). dan ia adalah seorang yang bertakwa,
  14. dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
  15. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

[a] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

[b] Yang dimaksud oleh Zakaria dengan mawali ialah orang-orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusannya sepeninggalnya.Yang dikhawatirkan Zakaria ialah kalau mereka tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, karena tidak seorangpun diantara mereka yang dapat dipercayainva, oleh sebab itu Dia meminta dianugerahi seorang anak.

[c] Maksudnya: pelajarilah Taurat itu, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu.

[d] Maksudnya: kenabian. atau pemahaman Taurat dan pendalaman agama.

Di bawah ini adalah doa-doa yang dibaca oleh Nabi Zakariya ‘alaihis salam, dan sangat baik apabila dibaca oleh kita.

رَبِّ هَبْ لِىْ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

Rabbi hablii min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’ud du’aa-i

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu). Surat Ali Imran ayat 28

Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Zakaria setelah masuk ke dalam mihrabnya dan mengunci segala pintu, memohon kepada Allah agar diberikan kepadanya seorang anak, yang diterangkan dalam Al Quran dengan doa ini.

رَبِّ لاَتَذَرْنِىْ فَرْدًاوَاَنْتَ خَيْرُالْوَارِثِيْنَ

Rabbi laa tadzar nii fardan wa anta khairul waaritsiina

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling Baik .”Surat al Anbiya ayat 89

Menurut keterangan ahli tafsir, doa inilah yang diucapkan Nabi Zakaria ketika beliau belum memperoleh anak.

Related posts

Leave a Comment