Doa memohon agar dihilangkan kesempitan hati dan hutang lunas

Hutang

Dalam menjalani hidup, terkadang banyak sekali orang yang terjerat dalam hutang, sehingga hal tersebut menyebabkan dirinya galau, hatinya terasa sempit, dan membuat hidupnya tidak tenang. Ketika menghadapi situasi demikian, hendaklah terus menerus secara istiqamah berdoa kepada Allah agar lepas dari kesempitan hati, dan agar hutang-hutangnya segera terlunasi.

Dalam sebuah hadis dari Abu Sa’id al Khudri dikatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke masjid. Di dalam masjid itu beliau menjumpai seorang laki-laki dari kaum Anshar bernama Abu Umamah, “Mengapa kamu duduk di masjid di luar waktu shalat, padahal sebelumnya tak pernah kamu lakukan?” Rasulullah bertanya.

Mendengar pertanyaan Nabi Muhammad, laki-laki itu menjawab, “Wahai Rasulullah! Saya melakukan ini karena saya sedang susah hati dan punya utang.”

Rasul kemudian bertanya lagi, “Bukankah telah kuajarkan kepadamu doa yang jika kau baca, Allah akan menghilangkan kesusahan hatimu dan melunasi hutangmu?” lelaki itu menjawab, “Ya, benar.”

Kemudian beliau mengulangi doa tersebut (doa di bawah) dan berpesan kepada lelaki kitu supaya membacanya setiap hari, pagi dan petang. Abu Umamah pun mengamalkannya setiap hari sehingga kesusahan hatinya hilang dan Allah pun mmeberinya rezeki sehingga ia dapat membayar utang-utangnya.

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِوَالْكَسَلِ وَنَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِالرِّجَالِ

Allaahumma innaa na’uudzu bika minal hammi wal hazani wa na’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa na’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa na’uudzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaali.

“Wahai Allah! sesungguhnya kami berlindung kepada Engkau dari kesusahan dan duka cita, dan kami berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, dan kami berlindung kepada Engkau dari ketakutan dan kekikiran, dan kami berlindung kepada Engkau dari banyak utang dan tekanan orang-orang.”

Related posts

Leave a Comment