Bagaimana cara melakukan shalat istikharah

Istikharah berarti mencari kebaikan dari Allah, yang berarti ketika seseorang berniat untuk melakukan tugas penting yang mereka lakukan ialah melakukan istikhara terlebih dahulu. Nabi Muhammad berkata, “Jika seorang dari kalian berpikir untuk melakukan pekerjaan apa pun ia harus melakukan salat dua rakat selain yang wajib dan mengatakan (setelah sholat):

Doa Salat Istikharah
Doa Salat Istikharah

Setiap kali seorang Muslim membuat keputusan, dia harus mencari bimbingan dan kebijaksanaan Allah. Hanya Allah yang tahu apa yang terbaik bagi kita, dan mungkin ada kebaikan dalam apa yang kita rasakan sebagai buruk, dan buruk dalam apa yang kita anggap baik.

Jika Anda ambivalen atau tidak yakin tentang keputusan yang harus Anda buat, ada doa khusus untuk bimbingan (Salat-l-Istikhara) yang dapat Anda lakukan untuk meminta bantuan Allah dalam membuat keputusan Anda. Haruskah kamu menikahi orang tertentu ini? Haruskah Anda menghadiri sekolah pascasarjana ini? Haruskah Anda mengambil tawaran pekerjaan ini atau yang itu? Allah tahu apa yang terbaik untuk Anda, dan jika Anda tidak yakin tentang pilihan yang Anda miliki, carilah bimbingan-Nya.

Salat al-Istikharah adalah alat yang sangat kuat yang telah Allah berikan kepada kita untuk meminta bimbingan-Nya dalam segala hal. Kita tidak perlu ragu untuk berdoa Istikhara sebelum membuat pilihan dalam hidup kita, besar atau kecil.

Penting untuk melakukan doa ini dengan tulus, mengetahui di dalam hati kita bahwa hanya Allah yang dapat memberi kita bimbingan yang kita cari, dan memutuskan untuk mengikuti bimbingan yang Dia berikan kepada kita, bahkan jika itu bertentangan dengan keinginan kita sendiri. Kita juga harus mengatakan doa dengan keyakinan yang teguh, tidak memohon atau memohon, tetapi meminta Allah dengan jelas untuk bimbingan.

Salat Istikharah
Salat Istikharah

Dan kita tidak seharusnya tidak sabar setelah doa kita. Kami tidak menempatkan Allah pada jadwal waktu. Dan kita seharusnya tidak mengharapkan semacam mukjizat, atau mimpi yang penuh dengan tanda dan simbol. Hal-hal ini tidak perlu. Kami hanya mengucapkan doa dan kepercayaan kami bahwa Allah telah mendengar kami dan akan menjawab kami dengan cara yang terbaik.

Berapa kali melakukan salat istikharah?

Tergantung. Terkadang hanya dibutuhkan sekali untuk mendapatkan jawaban dan terkadang membutuhkan waktu lebih lama. Lebih baik melakukan istakhara tujuh (7) kali. Jika Anda telah menerima jawaban seperti yang dijelaskan pada bagian di bawah ini, berhentilah melakukan istikhara. Anda tidak harus terus melakukan isitkhara selama 7 hari. Lebih baik bahwa tepat setelah membaca permohonan, diberikan di atas, tidur dengan wudhu (orang-orang yang tidak bisa menjaga wudhu untuk waktu yang lebih lama karena masalah kesehatan tidak perlu khawatir tentang wudhu sebelum tertidur) menghadap arah kiblat (menghadap Kiblat tidak diperlukan tetapi ini adalah Sunnah Nabi Muhammad. Lebih baik untuk membaca salam (salawat) pada Nabi Muhammad sebelum dan setelah Dua di atas (permohonan).

Niat salat istikharah

اُصَلِّ سُنَّةَ الْاِ سْتِخَارَةِ رَكْعَتَينِ لِلّٰهِ تَعَالٰى

Ushalli sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

“Aku niat salat sunat istikharah 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

Doa sholat istikharah

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”

“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuan-Mu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kodrat-Mu, aku mengharapkan karunia-Mu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif. Engkau Maha Tahu dan aku adalah hamba-Mu yang jahil. Engkau Maha Mengetahui semua yang gaib dan yang tersembunyi.

Ya Allah, jika hal ini (…) dalam pengetahuan-Mu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.

Tetapi jika dalam ilmu-Mu hal ini (…) akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang atau masa yang akan datang, jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Related posts

Leave a Comment