Inilah bacaan doa setelah shalat istikharah

Kebingungan, kegalauan, rasa bimbang, serta sulit menentukan pilihan mungkin pernah menghampiri dan dialami oleh setiap orang. Perasaan tersebut biasanya lebih sering berkenaan dengan masalah jodoh atau menentukan pasangan, atau bahkan juga sulit memilih pekerjaan dari berbagai tawaran yang ada, bingung memilih sekolah untuk kelanjutan masa depan, dan lain sebagainya.

Karena agama islam merupakan agama yang sempurna, maka didalamnya diajarkan tatacara atau sikap yang hendaknya dilakukan oleh umat islam dalam menghadapi situasi seperti ini. Dalam keadaan sulit menentukan pilihan hendaklah melakukan shalat istikharah sebanyak 2 rakaat.

Sebelum shalat istikharah hadir sebagai sebuah tuntunan syar’i bagi seorang muslim, banyak sekali cara-cara yang dilakukan untuk memutuskan sesuatu. Diantaranya ada yang menyesatkan dan mengada-ada. Jangankan bernilai ilmiah, beberapa cara dalam mengambil keputusan pun terbilang tidak masuk akal dan lebih ke takhayul belaka.

Salah satu contohnya sebagaimana di kisahkan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan mendapatkan derajat yang tinggi orang yang berdukun atau mengundi dengan anak panah, atau pulang dari perjalanan dengan pesimis”.

Padahal Allah melarang hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al Maidah ayat 90, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”

Biasanya petunjuk akan muncul melalui berbagai cara. Bisa melalui mimpi, atau tiba-tiba terbesit di dalam hati. Jika tak kunjung diberi petunjuk, maka lakukanlah shalat istikharah ini sampai anda mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Salat Istikharah
Salat Istikharah

Pelaksanaan Sholat Istikharah bisa dilakukan kapan saja. Namun lebih utama jika dikerjakan pada malam hari. Salat ini hanya terdiri dari dua rakaat. Tata Cara pelaksanaannya sama dengan salat pada umumnya, perbedaannya hanya pada niat yang dilafadzkan. Adapun doa yang bisa dibaca setelah pelaksanaan sholat istikharah adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuan-Mu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kodrat-Mu, aku mengharapkan karunia-Mu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif. Engkau Maha Tahu dan aku adalah hamba-Mu yang jahil. Engkau Maha Mengetahui semua yang gaib dan yang tersembunyi.

Ya Allah, jika hal ini (…) dalam pengetahuan-Mu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.

Tetapi jika dalam ilmu-Mu hal ini (…) akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang atau masa yang akan datang, jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Related posts

Leave a Comment