Salat dan doa Istikharah sesuai hadis Nabi Muhammad

Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika ada di antara kamu yang peduli tentang keputusan yang harus dia buat, maka biarkan dia salat dua rakaat (non wajib), lalu katakan:

Doa Istikharah
Doa Istikharah

Ya Allah, aku mencari bimbinganmu [dalam membuat pilihan] berdasarkan pengetahuanmu, dan aku mencari kemampuan berdasarkan kekuatanmu, dan aku meminta Engkau atas karunia agung-Mu. Anda memiliki kekuatan, saya tidak memilikinya. Dan Anda tahu, saya tidak tahu. Anda adalah Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Ya Allah, jika dalam pengetahuan Anda, hal ini (maka itu harus disebutkan namanya) baik untuk saya baik di dunia ini dan di akhirat (atau: dalam agama saya, mata pencaharian saya dan urusan saya), kemudian menarilah untuk saya , buat itu mudah untukku, dan berkati untukku. Dan jika menurut pengetahuanmu itu buruk bagi saya dan untuk agama saya, mata pencaharian saya dan urusan saya (atau: bagi saya baik di dunia ini dan yang berikutnya), kemudian alihkan saya dari itu, [dan jauhkan dari saya], dan menahbiskan bagi saya kebaikan dimanapun itu dan membuat saya senang dengan itu.

Allaahumma inni astakheeruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as’aluka min fadlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdir, wa ta’lamu wa laa a’lam, wa anta ‘allaam al-ghuyoob. Allaahumma fa in kunta ta’lamu haadha’l-amra (then the matter should be mentioned by name) khayran li fi ‘aajil amri wa aajilihi (or: fi deeni wa ma’aashi wa ‘aaqibati amri) faqdurhu li wa yassirhu li thumma baarik li fihi. Allaahumma wa in kunta ta’lamu annahu sharrun li fi deeni wa ma’aashi wa ‘aaqibati amri (or: fi ‘aajili amri wa aajilihi) fasrifni ‘anhu [wasrafhu ‘anni] waqdur li al-khayr haythu kaana thumma ardini bihi.

Apakah hasil istikharah harus dalam bentuk mimpi?

Beberapa orang menunggu mimpi dan indikasi khusus untuk membimbing mereka dalam urusan mereka. Namun, ini tidak perlu. Pandangan yang benar adalah bahwa ketika Allah membuat sesuatu yang mudah bagi Anda – setelah memutuskannya dan menerima du’a Anda – ini adalah tanda bahwa adalah baik untuk terus maju dan melakukannya. Keberadaan rintangan dan kesulitan adalah indikasi bahwa Allah mendorong budak-Nya jauh dari melakukannya. Makna ini akan sangat jelas ketika seseorang merenungkan makna hadits Jaabir tentang al-istikhaarah, di mana Nabi  berkata:

“… Ya Allah, jika Anda tahu pilihan ini – [dan di sini ia harus menyebutkannya] – baik bagi saya dalam kaitannya dengan agama saya, hidup saya, dan akhirnya, kemudian dekrit dan fasilitasi untuk saya, dan berkati saya dengan itu, dan jika Anda tahu urusan ini tidak baik untuk saya terhadap agama saya, hidup saya, dan akhirnya, keluarkan dari saya dan keluarkan saya darinya, dan dekrit untuk saya apa yang baik di mana pun dan buat saya puas dengan hal itu. ”

Related posts

Leave a Comment