Inilah Doa Tentara Thalut Saat Berhadapan Dengan Tentara Jalut

Thalut /Thalout adalah raja bani Israil/ Israel. Kekuasaannya berawal dari penjajahan bangsa Palestina kepada bangsa Israil. Lalu nabi Samuel menyarankan agar rakyat Israil bersabar menunggu mukjizat dari Allah Maha Esa. Nabi Samuel berdoa. Akhirnya Allah memberinya petunjuk. Ketika Thalut menggembala keledainya, satu keledainya lepas.

Thalut dan pembantunya mencari berhari hari. Akhirnya Thalut berpikir meminta bantuan nabi Samuel. Ia langsung pergi menemui nabi Samuel. Setelah bertemu nabi Samuel, ia terkejut karena nabi Samuel menjelaskan kepada para pemuka Israil bahwa Thalut akan menjadi raja mereka, tetapi banyak yang tidak percaya. Nabi Samuel lalu mengatakan bahwa ada kotak tabout disana. Setelah melihat kotak tabout mereka percaya.

Thalut mempersiapkan rakyat Israil untuk menyerang Palestina. Lalu, bapak 3 anak yang bernama Yisya mencalonkan ketiga anaknya yang salah satunya akan meenjadi nabi, ialah Daud bin Yisya. Saat pasukan Thalut melewati sebuah sungai, ia pun berkata: “Wahai prajuritku! Kau boleh meminum air sungai ini, tetapi tidak boleh lebih dari dua teguk. Barangsiapa yang meminum air sungai ini sampai dahaganya terobati, maka dia bukan pasukanku. Tapi banyak yang tidak mematuhi. Bahkan sampai ada yang berenang. Maka berkuranglah pasukannya. Pasukannya berkurang lagi ketika melihat Jalut, seorang perwira Palestina. Tapi, Daud menawarkan dirinya untuk membunuh Jalut. Dengan katapel yang ia miliki, akhirnya Jalut dapat dikalahkan.

Berikut ini adalah doa yang dibaca oleh para tentara Thalut. Menurut keterangan Al Quran sendiri, bahwa ketika tentara Thalut berhadapan dengan tentara Jalut, tentara Thalut berdoa dengan doa ini.

رَبَّنَااَفْرِغْ عَلَيْنَاصَبْرًاوَثَبِّتْ اَقْدَامَنَاوَانْصُرْنَاعَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaa manaa wan shurnaa ‘alal qaumil kaafiriina.

Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas kami dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah terhadap kaum yang mengingkari nikmat-Mu.

Related posts

Leave a Comment