Keutamaan menjawab adzan dan iqamah menurut hadits

Diriwayatkan sebuah hadist melalui Abu Sa’id al Khudri r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: “Apabila kalian mendengar suara azan, ucapkanlah oleh kalimat seperti yang diucapkan oleh muazin.”

Abdullah ibnu Amr ibnul Ash r.a. telah menceritakan hadist berikut, bahwa ia pernah mendengar Nabi Muhammad saw bersabda:

“Apabila kalian mendengar (suara) muazin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan olehnya, kemudian ucapkanlah shalawat untukku. Karena sesungguhnya barang siapa yang mengucapkan shalawat untukku sekali, Allah membalasnya dengan sepuluh kali lipat buatnya. Kemudian mintakanlah oleh kalian kepada Allah al wasilah buatku, karena sesungguhnya al wasilah itu merupakan suatu kedudukan di dalam surga, yang tidak layak kecuali hanya bagi seorang hamba diantara hamba-hamba Allah (semuanya). Dan aku berharap semoga hamba tersebut adalah diriku sendiri. Barang siapa yang memohonkan wasilah buatku, niscaya ia mendapat syafaat.”

Umar ibnul Khatthab r.a. telah menceritakan hadist berikut, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Apabila muazin mengucapkan, “Allaahu akbar, Allaahu akbar,” lalu seseorang di antara kalian mengucapkan “Allaahu akbar, Allaahu akbar,” apabila juru azan berseru, “Asyhadu allaa ilaaha illallaah”, lalu seseorang mengucapkan“Asyhadu allaa ilaaha illallaah”, bila juru azan mengucapkan, “Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah,” lalu seseorang mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah,” bila muazin mengucapkan, “Hayya ‘alash shalaah,” lalu seseorang mengucapkan, “Laa haula walaa quwwata illaa billaah,” bila juru azan mengucapkan, “Hayya ‘alal falaah,” lalu seseorang mengucapkan “Laa haula walaa quwwata illaa billaah,” bila muazin mengucapkan, “Allaahu akbar, Allaahu akbar,” lalu seseorang mengucapkan “Allaahu akbar, Allaahu akbar,” dari lubuk hatinya, niscaya ia akan masuk surga.

Related posts

Leave a Comment