Doa shalat jenazah (Arab, Latin dan Artinya)

Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah, sebagaimana telah disepakati para ulama. Fardhu kifayah adalah kewajiban yang dituntut dari umat Islam secara bersama-sama (kolektif), bukan perseorangan. Artinya, kewajiban itu gugur jika sudah dilaksanakan oleh sekelompok kaum muslimin, sedangkan yang lain tidak berdoa. Namun jika tidak ada yang melaksanakannya, maka seluruh kaum muslimin terkena dosa.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, “Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berutang disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar hutangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar hutang, maka beliau akan menshalatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, “sholatkanlah temanmu ini.”

Saat melakukan shalat jenazah maka kita hendaknya mendoakan jenazah tersebut. Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu daud melalui Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw mengenai shalat jenazah:

اَللّٰهُمَّ اَنْتَ رَبُّهَاوَاَنْتَ خَلَقْتَهَاوَاَنْتَ هَدَيْتَهَالِلْاِسْلاَمِ وَاَنْتَ قَبَضْتَ رُوْحَهَاوَاَنْتَ اَعْلَمُ بِسِرِّهَاوَعَلاَنِيَتِهَاجِءْنَاشُفَعَاءَفَاغْفِرْلَهُ

Allaahumma anta rabbuhaa wa anta khalaqtahaa wa anta hadaitahaa lil islaami wa anta qabadhta ruuhahaa wa anta a’lamu bisirrihaa wa’alaa niyatihaa ji’naa syufa’aa-a faghfirlahu.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbnya, Engkaulah Yang Menciptakannya, Engkau telah menunjukkannya kepada islam, Engkau telah mencabut rohnya, dan Engkau lebih mengetahui batin dan lahiriahnya. Kami datang sebagai orang-orang yang memohon syafaat, maka ampunilah dia.”

Doa yang dibaca Rasulullah saw ketika salat jenazah

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dan Sunan Ibnu Majah melalui Watsilah ibnul Asqa’ r.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw salat bersama kami untuk jenazah seorang lelaki dari kaum muslim. Aku mendengar beliau mengucapkan:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ فُلاَنَ ابْنَ فُلاَنَةَفِى ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ فَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِوَعَذَابَ النَّارِوَاَنْتَ اَهْلُ الْوَفَاءِوَالْحَمْدِفَاغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ

Allaahumma inna fulaanabna fulaanata fii dzimmatika wahabli jiwaarika, faqihi fitnatal qabri wa’adzaabannaari. Wa anta ahlul wafaa-i walhamdi faghfirlahu warhamhu innaka antal ghafuurur rahiimu.

“Ya Allah, sesungguhnya si Fulan ibnu Fulanah berada di dalam jaminan dan lindungan-Mu, maka peliharalah dia dari siksa kubur dan azab neraka. Engkau adalah Tuhan Yang memenuhi janji dan memiliki pujian, ampunilah dia dan rahmatilah dia, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Related posts

Leave a Comment