Shalat Taubat (Pengertian, Niat, Doa dan Cara Melaksanakannya)

Pengertian shalat taubat

Shalat taubat adalah shalat yang dikerjakan sebagai taubat setelah melakukan dosa atau merasa telah berbuat dosa. Shalat taubat juga merupakan ungkapan penyesalan seseorang atas perbuatan dosa yang telah dilakukan, dan sebagai pernyataan bahwa dirinya akan kembali kepada ketaatna, dan menjauhi perbuatan dosa sejauh-jauhnya.

Cara melaksanakan shalat taubat

Cara mengerjakan shalat taubat sama dengan shalat fardu, baik bacaan maupun gerakannya. Yang membedakan hanyalah niatnya.

Niat shalat taubat

اُصَلِّ سُنَّةَ التَّوْبَةِرَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar

Saya niat shalat sunah taubat dua rakaat karena Allah ta’ala. Allahu akbar”

Jika menjadi makmum, maka setelah kata rak’ataini ditambah dengan kata ma’muuman (mengikuti imam), sedangkan bila bertindak sebagai imam ditambah dengan kata imaaman (menjadi imam).

Surat yang dibaca pada salat taubat boleh apa saja. Akan tetapi sebaiknya dibaca:

  1. Pada rakaat pertama setelah surat Al Fatihah membaca surat An Nisaa ayat 64 yang berbunyi:

وَمَااَرْسَلْنَامِنْ رَسُوْلٍ اِلاَّلِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ. وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْظَلَمُ اَنْفُسَهُمْ جَاءُوْكَ فَاسْتَغِفَرُوْااللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَلَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوْااللّٰهَ تَوَّابًارَحِيْمًا

Wama arsalnaa min rasuulin illaa liyuthaa’a bi-idznillaahi, walau annahum idz dhalamu anfusahum jaa-uuka fastaghfarullaaha wastaghfara lahumur rasuulu lawajadullaaha tawwaaban rahiiman.

“Dan kami tidak mengutus seorang rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. sesungguhnya, ketika menganiaya diri sendiri, datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, pasti mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Setelah itu membaca :

اَسْتَغْفِرُاللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullaahal ‘adhiima.

“Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.” 3x

لاَاِلٰهَ اِلاَّاَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ عَمِلْتُ سُوْءًوَظَلَمْتُ نَفْسِىْ فَاغْفِرْلٖى اِنَّكَ اَنْتَ خَيْرُالْغَافِرِيْنَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka wabihamdika ‘amiltu suu-an wa dhalamtu nafsii faghfirlii innaka anta khairul ghaafiriina.

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan dengan memuji Engkau aku (mengaku) telah berbuat kejahatan (dosa), dan aku telah menganiaya diriku. Oleh karena itu maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pengampun.”

لاَاِلٰهَ اِلاَّاَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ عَمِلْتُ سُوْءًوَظَلَمْتُ نَفْسِىْ فَارْحَمْنِىْ اِنَّكَ اَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka wabihamdika ‘amiltu suu-an wa dhalamtu nafsii farhamnii innaka anta khairur raahimiina.

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan dengan memuji Engkau aku (mengaku) telah berbuat kejahatan (dosa), dan aku telah menganiaya diriku. Oleh karena itu, kasihinilah aku, karena Engkaulah sebaik-baik pengasih.”

لاَاِلٰهَ اِلاَّاَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ عَمِلْتُ سُوْءًوَظَلَمْتُ نَفْسِىْ فَتُبْ عَلَىَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka wabihamdika ‘amiltu suu-an wa dhalamtu nafsii, fatub ‘alayya innaka antat tawwabur rahiimu.

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan dengan memuji Engkau aku (mengaku) telah berbuat kejahatan (dosa), dan aku telah menganiaya diriku. Oleh karena itu terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

رَبَّنَاظَلَمْنَااَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

Rabbanaa dhalamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa watar hamnaa lanakuu nanna minal khaasiriina.

“Wahai Tuhan kami. Kemai telah menganiaya diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihani kami, pasti kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Setelah itu membaca basmalah dan surat Al Kaafiruun.

  1. Pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah, dibaca seperti pada rakaat pertama. Perbedaannya hanyalah pada surat yang terakhir, yaitu surat Al Kaafiruuna diganti dengan surat Al Ikhlas.

Setelah selesai melakukan salat kemudian berdoa kepada Allah. adapun doanya adalah seperti yang dibawah ini:

Doa shalat taubat

اِلٰهِىْ عَبْدُكَ الْاٰ بِقُ رَجَعَ اِلٰى بَابِكَ. عَبْدُكَ الْعَاصِىْ رَجَعَ اِلَى الصُّلْحِ. عَبْدُكَ الْمُذْنِبِ اَتَاكَ بِالْعُذْرِفَاعْفُ عَنِّىْ بِجُوْدِكَ وَتَقَبَّلْ مِنِّىْ بِفَضْلِكَ وَانْظُرْاِلَىَّ بِرَحْمَتِكَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ مَاسَلَفَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَاعْصِمْنِىْ فِيْمَابَقِىَ مِنَ الْاَ جَلِ فَاِنَّ الْخَيْرَكُلَّهُ بِيَدِكَ وَاَنْتَ بِنَارَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Ilaahii ‘abdukal aabiqu raja’a ilaa baabika, ‘abdukal ‘aashii raja’a ilash shulhi, ‘abdukal mudznibu ataaka bil’udzri fa’fu ‘anniii bijuudika wa taqabbal minnii bifadhlika wan dhur ilayya birahmatika. Allaahummagh firlii maa salafa minadz dzunuubi wa’shimnii fiimaa baqiya minal ajali fainnal khaira kullaahu biyadika wa anta binaa ra-uufur rahiimun.

“Tuhanku! Hamba-Mu yang melarikan diri telah kembali ke pintu-Mu. Hamba-Mu yang telah berbuat maksiat telah kembali kepada perbaikan. Hamba-Mu yang berdosa telah datang kepada-Mu memohon maaf. Oleh karena itu maafkanlah aku dengan kemurahan-Mu, terimalah permohonanku dengan keutamaan-Mu, dan pandanglah aku dengan rahmat-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau, dan peliharalah sisa-sisa umurku, karena sesungguhnya semua kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu dan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang terhadap kami.”

Related posts

Leave a Comment