Inilah Doa setelah shalat fardhu dan sunnah (arab, latin dan artinya)

Banyak sekali doa-doa yang sangat baik dibaca setelah melakukan shalat fardhu, ataupun setelah shalat sunat. Serta dalam berbagai keadaan lainnya. beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَاِذْهَدَيْتَنَاوَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa laa tuzigh quluu banaa idz hadaitanaa wahab lanaa rahmatan innaka antal wahhaabu.

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan berilah kami karunia berupa rahmat dari sisi Engkau. Sungguh Engkau adalah Yang Maha Pemberi (karunia).”

رَبَّنَا هَبْ لَنَامِنْ اَزْوَاجِنَاوَذُرِّيّٰتِنَاقُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَالِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaaman.

“Wahai Tuhan kami, anigerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

رَبَّنَالاَتَجْعَلْنَافِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَاجْعَلْنَامَغْفِرَةً وَرَحْمَةً مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِيْنَ

Rabbanaa laa taj’alnaa fitnatal lil qaumid dhaalimiina waj’alnaa maghfiratan wa rahmatan ma’al qaumis shaalihiina.

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang dzalim, dan jadikanlah bagi kami ampunan dan rahmat bersama kaum yang shaleh.”

رَبَّنَاظَلَمْنَااَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسٍرِيْنَ

Rabbanaa dhalamnaa anfusanaa wa il lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuu nanna minal khaasiriina.

“Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, pasti kami akan termasuk orang-orang yang rugi.”

رَبَّنَااصْرِفْ عَنَّاعَذَابَ جَهَنَّمَ اِنَّ عَذَابَهَاكَانَ غَرَامًااِنَّهَاسَاءَتْ مُسْتَقَرًّاوَمُقَامًا

Rabbanas rif ‘annaa ‘adzaaba jahannama inna ‘adzaa bahaa kaana gharaaman innahaa saa-at mustaqarran wa muqaaman.

“Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”

رَبَّنَااٰتِنَافِى الدُّنْيَتحَسَنَةً وَفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqina ‘adzaa bannaari.

“Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

رَبَّنَاوَاٰتِنَامَاوَعَدْتَنَاعَلَى رُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَايَوْمَ الْقِيَامَةِ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Rabbanaa wa aatinaa maa wa’ad tanaa ‘ala rusulika walaa tukhzinaa yaumal qiyaamati innaka laa tukhliful mii’aada.

“Wahai Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan para rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

Related posts

Leave a Comment