Niat, Tata Cara, Fadhilah dan Doa Setelah Shalat Tahajud

Shalat tahajjud ini dinamakan juga shalatul lail (shalat malam). Waktunya sesudah shalat isya sampai fajar shadiq mulai menyingsing. Tetapi yang utama kira-kira tengah malam yang terakhir, yaitu sekitar jam 03.00 malam. Cara mengerjakannya ialah dengan munfarid (sendirian).

Hukum shalat tahajjud ialah sunat muakkad, oleh karena itu shalat ini lebih diutamakan dikerjakan sesudah bangun tidur di waktu malam. Kemudian ditutup dengan shalat witir. Tetapi jika sorenya (sesudah shalat isya) sudah melakukan shalat witir, maka tidak perlu shalt witir lagi, sebab witir tidak boleh diulangi dalam satu malam.

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh shalat witir dua kali dalam satu malam.”

Fadhilah dan Keajaiban Shalat Tahajud

Adapun fadhilah shalat tahajud ini besar sekali. Karena itu, usahakanlah untuk mengerjakannya pada tiap malam. Orang yang sering mengerjakan shalat tahajud, Allah akan menerangi hati kita, dan wajah kita diberi sinar oleh Allah sampai hari kiamat. Untuk itu sebaiknya sebelum tidur sudah ada niat di dalam hati, bahwa nanti malam akan shalat tahajjud. Jika sudah bangun, segeralah berwudhu. jika ada istri hendaklah dibangunkan (dengan diperciki air) agar ikut juga mengerjakan shalat tahajjud.

Nabi bersabda, “Kerjakanlah olehmu sekalian shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu telah dikerjakan oleh orang-orang yang shaleh sebelum kamu. Merupakan ibadah yang mendekatkan kamu kepada Allah, melebur segala dosamu serta menghindarkan dari segala kejahatan dan dapat menolak bermacam-macam penyakit pada badan.

Nabi Muhammad bersabda, “Sebar luaskan salam, berikan makan, hubungilah sanak saudara-saudara dan teman. Serta kerjakan shalat malam di saat mana orang-orang sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat.

Shalat Tahajud

Niat shalat tahajjud

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

“Saya niat shalat sunat tahajjud 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

Allah berfirman dalam surat Al Isra ayat 79, “Dan pada sebagian malam shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,  mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Rasulullah bersabda, “Seutama-utama shalat selain fardhu adalah shalat malam.”

Pada riwayat lain diterangkan bahwa shalat tengah malam Insya Allah bagi mereka yang bisa menjaga tahajjudnya, akan memiliki ketajaman perasaan. Shalat tahajjud ini paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat.

Doa setelah shalat tahajud tulisan Arab

رَبَّنَااٰتِنَافِى الدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaa bannaari. (10 kali)

“Ya Allah Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

Atau yang lebih lengkap seperti di bawah ini:

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمٰوَاتِ وَالْاَ رْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ مَلِكُ السَّمٰوَاتِ وَالْاَ رْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ نُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالْاَ رْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُحَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اٰمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَااَخَّرْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَااَعْلَنْتُ وَمَااَنْتَ اَعْلَمُ بِهٖ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُلاَاِلٰهَ اِلاَّاَنْتَ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللّٰهِ

Tulisan Latin

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal-ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta malikus samaawaati wal-ardhi waman fiihinna. Walakal hamdu anta nuurus samaawaati wal-ardhi waman fiihinna.

Walakal hamdu antal haqqu wawa’dukal haqqu waliqaa-uka haqqun waqauluka haqqun  wal jannatu haqqun wannaaru haqqun wan nabiyyuuna haqqun wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun was saa’atu haqqun.

Allaahumma laka aslamtu wabika aamantu wa’alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika khaashamtu. Wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wamaa akhkhartu wamaa asrartu wamaa a’lantu wamaa anta a’lamu bihii minnii. Antal muqaddimu wa antal mu-akhkhiru laa ilaaha illaa anta, walaa haula walaa quwwata ilaa billaahi.

Terjemahannya

“Ya Allah, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji, engkaulah Penguasa (Raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.

Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya, milik-Mulah segala puji, Engkaulah yan Haq (Benar), janji-Mulah yang benar. Pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu adalah benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar. Nabi Muhammad itu benar, dan hari kiamat itu benar (ada).

Ya Allah, hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mulah aku beriman, hanya kepada-Mulah aku bertawakkal. Hanya kepada-Mulah aku kembali, hanya dengan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mulah aku berhukum. Oleh karena itu, ampunilah segala dosaku yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan. Dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.

Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. Tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya sera kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Related posts

Leave a Comment