Dzikir dan Doa pagi hari dan sore sesuai tuntunan Rasulullah

Setiap waktu yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari hendaknya selalu terisi dengan doa dan dzikir kepada Allah. Artinya tidak ada waktu yang tidak terisi dengan dzikir atau mengingat Allah. ketika berdiri, duduk, berbaring, makan, bekerja, lidah dan hati kita selalu ingat kepada Allah.

Waktu pagi, siang hari, sore hari dan malam hari, kita juga selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah. banyak sekali bacaan doa dan dzikir yang sangat baik diucapkan pada pagi dan sore hari. Beberapa diantaranya adalah seperti yang di bawah ini:

بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّمَعَ اسْمِهِ شَيْءٌفِى الْاَرْضِ وَلاَفِى السَّمَآءِوَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai un fil ardhi wa laa fissamaa i wahuwassamii’ul ‘aliimu. Tsalaatsaa marratin

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya. Dia lah Yang Maha Mengetahui.” (dibaca tiga kali)

رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبًّاوَبِالْاِسْلَامِ دِيْنً وَبِمُحَمَّدٍصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا.(ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)

Radhiitu billaahi rabban wabil islami diinan wa bi Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama nabiyyan (tsalaa tsa marratin)

“Aku rela Allah sebagai Tuhan (untukku dan orang lain), islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi (yang diutus oleh Allah).” (dibaca 3 kali)

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدخَلْقِهِ وَرِضَانَفْسِهِ وَزِنَةَعَرْشِهِ وَمِدَادَكَلِمَاتِهِ. ثَلاَثَ مَرَّاتٍ.

Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi waridhaa nafsihi waziinata ‘arsihi wamidaada kalimaatihi. Tsalaatsa marratin.

“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (dibaca tiga kali)

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaanallaahi wabihamdihi.

“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.” (dibaca seratus kali)

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ اَصْلِحْ لِىْ شَأْنِىْ كُلَّهُ وَلاَتَكْلِنِىْ اِلٰى نَفْسِىْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

Yaa hayyu yaa qayyuumu birahmatika astaghiitsu ash lih lii sya’ nii kullahu walaa taklinii ilaa nafsii tharfata ‘ainin.

“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُوَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْرُ.

Laa ilaaha illallaahu wah da hu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai ing qadiirun.

“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia lah Yang Mah Kuasa atas segala sesuatu.” (dibaca seratus kali setiap hari)

Related posts

Leave a Comment