Shalat Gerhana Bulan

terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Sebagai umat islam, kita semua hendaknya melakukan shalat gerhana bulan bila mengalami hal seperti ini. Hukum shalat gerhana bulan adalah sunah, boleh dilakukan sendirian ataupun berjamaah.

Gerhana Bulan

Cara melakukan shalat gerhana bulan

Sesudah takbiratul ihram membaca doa iftitah, Fatihah dan surah, kemudian ruku’ dan terus i’tidal dan terus membaca Fatihah lagi dan surat kemudian ruku’ dan i’tidal terus sujud pertama, kemudian duduk dan sujud terus berdiri. Jadi satu rakaat dengan dua ruku, dua i’tidal dan dua sujud.

Sesudah berdiri untuk rakaat kedua maka membaca Fatihah dan surat, keudian ruku’ terus i’tidal dan membaca Fatihah lagi dan surat kemudian ruku’ dan i’tidal terus sujud, duduk dan sujud lagi yang kedua, kemudian duduk membaca tahiyyat sampai salam.

Niat shalat gerhana matahari

اُصَلِّ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِرَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمً/اِمَامً لِلّٰهِ تَعَالٰى اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli sunnatan likhusuufil qamari rak’ataini ma-muuman/imaaman lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.

“Saya niat sholat sunat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Related posts

Leave a Comment