Tuntunan dan Panduan Shalat Istikharah

Saat seseorang dihadapkan pada kebingunan dalam memilih yang terbaik dalam beberapa pilihan, lakukanlah shalat istikarah. Berikut ini akan diberikan penjelasan singkat mengenai tuntunan atau panduan dalam melakukan shalat istikharah.

Salat yang dilakukan untuk memahami apakah sesuatu yang harus dilakukan akan baik atau buruk, atau apakah hal itu harus dilakukan segera atau harus ditunda disebut salat istikharah. Shalat ini terdiri dari dua rakaat.

Seseorang yang ingin melakukan istikharah boleh melakukan shalat itu sebelum tidur. Ia membaca surat al-Kafirun setelah al-Fatihah dalam rakaat pertama dan surat al-Ikhlas dalam rakaat kedua. Setelah shalat, dia harus membaca doa istikharah. Dia harus memiliki wudu dan berbaring menghadap ke arah kiblat.

Istikharah
Istikharah

Panduan dan tuntunan shalat istikhara menganjurkan agar shalat ini dilakukan 7 kali, dan kemudian seseorang harus memutuskan tentang hal yang datang ke hatinya. Shalat Istikharah dilakukan untuk hal-hal yang tidak dapat diputuskan atau yang ragu-ragu. Istikharah hanya dilakukan ketika seseorang berpikir untuk melakukan sesuatu tetapi tidak dapat memutuskan bagaimana melakukannya atau ragu-ragu. Jika sesuatu pasti diketahui benar, atau jika sesuatu dikonsultasikan dan keputusan dibuat tentang hal itu, maka istikharah tidak dilakukan tentang hal itu. Ketika apa yang benar ditemukan dan diputuskan, tidak perlu istikharah.

Rasulullah (saw) menganjurkan teman-temannya untuk melakukan istikharah. Berikut ini dinyatakan dalam sebuah hadits: “Dia yang membuat istikharah tidak akan dirugikan; dia yang bersekutu tidak akan menyesal; …”

Doa istikhara yang dibacakan Nabi kita adalah sebagai berikut:

اَللّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بَقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ اَللّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هذَا اْلاَمْرَ خَيْرٌ لى فِى دينى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لى وَيَسِّرْهُ لى ثُمَّ بَارِكْ لى فيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لى فِى دينى وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنى عَنْهُ وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنى بِه

Allahumma inni astakhiruka bi-ilmika wa astaqdiruka bi-qudratika wa as`aluka min fadlika`l-azim. Fa-innaka taqdiru wa la akdiru wa ta`lamu wa la a`lamu wa anta allamu`l-ghuyub. Allahumma in kunta ta`lamu anna haza`l-amra khayrun li fi dini wa maashi wa aqibati amri faqdurhu li wa yassirhu li. Summa barik li fih. Wa in kunta ta`lamu haza`l-amra sharrun li fi dini wa maashi wa aqibati amri, fasrifhu anni wasrifni anhu waqdur li`l-khayra haythu kana. Summa ardini bih…

Terjemahan

Ya Allah! Saya mencari bimbingan-Mu berdasarkan pengetahuan-Mu, dan saya mencari kemampuan berdasarkan kekuatan-Mu, dan saya meminta karunia besar-Mua. Engkau memiliki kekuatan, aku tidak punya apa-apa. Dan Engkau tahu, saya tidak tahu. Engkau adalah Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Oh Allah, jika dalam pengetahuan-Mu, hal ini baik untuk agama saya, mata pencaharian saya dan urusan saya. Segera dan di masa depan, kemudian menahbiskannya untuk saya, membuatnya mudah bagi saya, dan memberkatinya bagi saya. Bila dalam pengetahuan-Mu, hal ini buruk untuk agama saya, mata pencaharian saya dan urusan saya. Segera dan di masa depan, kemudian menjauh dari saya, dan menjauhkan saya dari itu. Tunjukkanlah bagi saya kebaikan dimanapun itu, dan buat saya puas dengannya.

Demikianlah uraian mengenai tuntunan dan panduan dalam melakukan shalat istikharah, semoga bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

Related posts

Leave a Comment