Apa Itu Tekanan Ekonomi?

Apa Itu Tekanan Ekonomi?

Tekanan ekonomi dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan.

Tekanan ekonomi terjadi ketika suatu masyarakat atau negara menghadapi masa ekonomi yang tidak diinginkan.Misalnya, mungkin terjadi selama resesi, ketikatingkat pengangguranlebih tinggi dari biasanya, atau setelah periode kenaikan biaya.Masyarakat menanggapi tekanan ekonomi dengan cara yang berbeda, seperti konsumen memotong biaya, mengurangi belanja, atau meminjam lebih sedikit uang dari lembaga keuangan.Masa tekanan sering diikuti oleh reformasi ekonomi.

Ekspansi atau pemulihan ekonomi adalah periode siklus ekonomi di mana ekonomi naik dari palung ke puncak.

Perekonomian dalam masyarakat kapitalistik, seperti yang ada di Amerika Serikat, biasanya mengikuti suatu pola.Pertama, masyarakat memasuki masa surplus, yang dikenal dengan istilah boom.Selama waktu ini, tingkat pengangguran rendah dan orang-orang memiliki upah yang lebih tinggi atau lebih banyak pendapatan yang dapat dibelanjakan untuk digunakan pada kemewahan.

Periode kontraksi, juga dikenal sebagai resesi, biasanya terjadi setelah surplus.Periode resesi sering disebabkan oleh kenaikan tingkat pengangguran.Orang-orang mulai kehilangan pendapatan mereka yang dapat dibelanjakan, dan membelanjakan lebih sedikit, yang mengakibatkan lebih banyak bisnis memberhentikan karyawan atau menutup pintu mereka sepenuhnya.Resesi biasanya menyebabkan tekanan ekonomi dalam suatu masyarakat.

Resesi biasanya menyebabkan tekanan ekonomi dalam suatu masyarakat.

Tekanan ekonomi dirasakan dengan cara yang berbeda oleh orang yang berbeda.Misalnya, orang yang kehilangan pekerjaan mengalami kesulitan membayar tagihan mereka, menutupi biaya asuransi, dan membeli kebutuhan seperti makanan.Bahkan orang-orang yang mempertahankan pekerjaan mereka mungkin merasakan tekanan untuk mengurangi pengeluaran mereka karena takut bahwa ekonomi yang buruk dapat mempengaruhi pekerjaan mereka di masa depan.

Tekanan ekonomi mungkin dirasakan oleh orang-orang yang kesulitan membayar tagihannya.

Secara umum, konsumen menjadi lebih berhati-hati dengan pendapatan mereka selama masa tekanan ekonomi.Banyak konsumen memotong pengeluaran mereka ke kebutuhan dasar dan mengurangi atau menghilangkan kelebihan pengeluaran.Konsumen lain menahan diri dari meminjam uang yang mungkin sulit mereka bayar di masa depan, seperti pinjaman pribadi atau jalur kredit.

Bisnis juga menderita selama periode tekanan ekonomi.Ketika konsumen mulai membelanjakan lebih sedikit, bisnis menghasilkan lebih sedikit pendapatan.Seiring waktu, ini dapat mengakibatkan bisnis menutup lokasi ritel, memberhentikan karyawan atau mengajukan kebangkrutan.

Di masa lalu, pemerintah AS telah membuat undang-undang untuk mencoba meredakan tekanan ekonomi.Misalnya, sistem kesejahteraan diciptakan untuk membantu warga yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan dasar manusia.Contoh lain termasuk undang-undang untuk merangsang penciptaan lapangan kerja, pemotongan pajak, atau menawarkan potongan harga kepada pembayar pajak.