Inilah doa dan dzikir ketika akan tidur

Inilah doa dan dzikir ketika akan tidur

Diriwayatkan di dalam kitab Shahihain melalui Abu Mas’ud Al-Anshari AL Badri, yaitu Uqbah ibnu Amr r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: “Ada dua ayat dari akhir surat Al Baqarah; barang siapa yang membacanya di malam hari, maka keduanya mencukupinya.”

Diriwayatkan di dalam Shahihain melalui Al Barra ibnu Azib r.a. bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: “Apabila engkau mendatangi peraduanmu, maka wudulah sebagaimana wudu untuk salatmu, kemudian berbaringlah pada lambung kananmu, dan ucapkanlah:

اَللّٰهُمَّ اَسْلَمْتُ نَفْسِى اِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ اَمْرِى اِلَيْكَ وَاَلْجأْتُ ظَهْرِى اِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً اِلَيْكَ لاَمَلْجَأَوَلاَمِنْجَامِنْكَ اِلاَّ اِلَيْكَ اٰمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ اَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِى اَرْسَلْتَ

Allaahumma aslamtu nafsi ilaika wa fawwadhtu amrii ilaika wa-alja’tu dhahrii ilaika raghbatan wa rahbatan ilaika laa maljaa-a walaa minjaa minka illa ilaika aamantu bikitaa bikalladzii anzalta wa nabiyyikalladzii arsalta.

“Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku pasrahkan perkaraku kepada-Mu, dan aku letakkan punggungku ke haribaan-Mu dengan penuh rasa harap dan takut kepada-Mu. Tiada tempat untuk berlindung dan tidak ada jalan selamat dari kekuasaan-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang telah engkau utus.” Jika engkau mati, maka engkau mati dalam keadaan fitrah (islam), dan jadikanlah doa-doa ini sebagai akhir dari ucapanmu.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui sahabat Abu Hurairah r.a. yang menceritakan:

Rasulullah menugasiku untuk menjaga zakat ramadhan. Aku kedatangan seorang pendatang, lalu pendatang itu mengambil sebagian dari makanan……., dan seterusnya. Pada akhirnya Nabi saw bersabda: “Apabila engkau akan beristirahat di tempat peraduanmu, bacalah ayat kursi; karena sesungguhnya engkau akan beroleh pemeliharaan dari Allah swt yang terus-menerus menyertaimu, dan setan tidak akan berani mendekatimu hingga pagi hari,” Nabi saw bersabda, “Dia (setan itu) membenarkanmu, padahal kenyataannya dia adalah pendusta, dia adalah setan.