Membaca Al Qur’an merupakan zikir dan sangat dianjurkan membacanya secara rutin

Membaca Al Qur’an merupakan zikir yang paling dikukuhkan. Dianjurkan agar melestarikan membaca Al Qur’an, jangan ada suatu hari atau suatu malam pun yang kosong dari bacaan Al Qur’an. Pengertian membaca Al Qur’an ini sudah dapat terpenuhi meskipun hanya membaca beberapa ayat. Diriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Anas r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa yang membaca di siang dan malam hari sebanyak lima puluh ayat, maka ia dicatat bukan termasuk orang-orang yang lalai. Dan barang siapa yang membaca seratus ayat (pada siang dan malam hari),…

Read More

Hukum menyebutkan surat Al Qur’an dan qira’ah si fulan

Diperbolehkan mengatakan surat Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa, dan Al Ankabut serta surat-surat lainnya (tidak makruh). Tetapi sebagian ulama salaf mengatakan makruh. Hal tersebut hanya boleh dikatakan surat yang di dalamnya disebutkan Al Baqarah (sapi betina), surat yang di dalamnya disebutkan wanita (An Nisa), demikian seterusnya Pendapat paling benar adalah yang pertama. Inilah yang dikatakan jumhur ulama kaum muslim, baik dari kalangan ulama salaf maupun ulama khalaf. Hadis yang menguatkan dari Rasulullah saw sangat banyak, demikian pula dari kalangan para sahabat dan orang-orang sesudah mereka. Tidak makruh pula mengucapkan…

Read More

Bagaimana memulai membaca Al Qur’an dari pertengahan surat

Apabila seorang pembaca Al Qur’an memulai bacaannya dari tengah surat, ia disunatkan mulai dari permulaan kalam yang sebagian darinya berkaitan dengan bagian yang lain. demikian pula apabila ia waqaf, hendaknya ia melakukan waqaf-nya pada hal yang berkaitan dan di akhir kalam. Dalam masalah memulai bacaan dan waqaf, si pembaca tidak boleh terikat pada juz, hizb, dan a’syar, karena kebanyakan dimulai dari pertengahan kalam yang saling berkaitan. Jangan terbujuk oleh banyaknya orang yang melakukan hal yang dilarang ini dari kalangan orang yang tidak memperhatikan etika ini, tetapi hendaknya mengamalkan apa yang…

Read More

Keutamaan mengeraskan atau merendahkan suara dalam membaca Al Qur’an

Banyak atsar yang menerangkan keutamaan mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an, banyak pula atsar yang menerangkan keutamaan membaca dengan suara pelan. Ulama mengatakan, Bila kedua cara tersebut digabungkan, maka dapat disimpulkan bahwa memelankan suara bacaan lebih menjauhkan diri dari riya; hal ini lebih afdal bagi orang yang merasa khawatir dengan riya. Jika ia tidak khawatir akan riya, maka mengeraskan bacaan lebih afdal; tetapi dengan syarat hendaknya tidak mengganggu orang lain yang sedang salat atau sedang tidur atau yang lainnya. Dalil yang mengutamakan bacaan keras ialah karena amalnya lebih besar dan…

Read More

Qari dianjurkan berlaku khusyuk dan memikirkan makna-makna yang dibacanya

Qari dianjurkan dalam keadaan khusyuk, memikirkan makna bacaannya, dan penuh rasa rendah diri. Dengan cara ini dada akan terasa lapang dan hati menjadi bercahaya. Segolongan ulama salaf ada yang dalam membaca suatu ayat menghabiskan waktu semalam suntuk, atau sebagian besar malam, karena memikirkan makna ayat yang dibacanya. Sebagian di antara mereka ada yang pingsan di kala membaca, dan ada pula yang meninggal dunia karenanya. Disunatkan menangis atau berlinang air mata bagi orang yang tidak dapat menangis sungguhan, karena sesungguhnya menangis di kala membaca Al Qur’an merupakan ciri khas orang-orang ‘arifin,…

Read More