Tata Cara Mengerjakan Shalat sunah ihram dan shalat sesudah thawaf

Tata Cara Mengerjakan Shalat sunah ihram dan shalat sesudah thawaf

Apabila kita sedang menjalankan ibadah haji ke Mekkah, maka ada dua macam shalat sunat yang hanya dapat dikerjakan di tempat itu, yaitu shalat sunat sebelum ihram dan shalat sunat sesudah thawaf.

Niat shalat sunat sebelum ihram

اُصَلِّى سُنَّةً قَبْلَ الْاِ حْرَامِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰ÷ِ تَعَالٰى

Ushalli sunnatan qablal ihraami rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

“Saya niat shalat sunat sebelum ihram dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat shalat sunat sesudah thawaf

اُصَلِّى سُنَّةً بَعْدَالطَّوَّافِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَ‘َالٰى

Ushalli sunnatan ba’dath thawwaafi rak’ataini lillaahi ta’ala.

“Saya niat shalat sunat sesudah thawaf dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Cara mengerjakannya ialah dengan munfarid (sendirian). Usahakan shalat sunat ini dikerjakan selagi dapat mengerjakan ibadah haji. sebab tidak ada kesempatan lain untuk mengerjakan, kecuali di Mekkah. Karena itu hukumnya sunat muakkad.

Apa yang dimaksud dengan ihram dan thawaf?

Ihram artinya berniat mengerjakan haji di tempat yang telah ditentukan dan waktu yang telah ditentukan. Ihram termasuk rukun haji. adapun shalat sunat ihram ialah shalat sunat yang dikerjakan sebelum berihram.

Menurut Ibnu Abbas, Rasulullah ketika sampai di Migat beliau mandi dan memakai pakaian, setelah beliau sampai di Dzul Hulaifah beliau mengerjakan shalat, setelah itu barulah Nabi mengerjakan ihram.

Thawaf artinya mengelilingi Ka’bah. Thawaf ifadhah ialah termasuk rukun haji. mengelilingi Ka’bah itu sebanyak 7 kali putaran dimulai dari Hajar Aswad (batu hitam), dan Ka’bah berada di sebelah kirinya orang yang thawaf.

Bacaan shalat sunat thawaf, pada rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah ialah surat Al Kafirun, dan pada rakaat kedua surat Al Ikhlas.