Shalat

Doa Setelah Takbiratul Ihram

Setelah kita melakukan takbiratul ihram, baik itu untuk shalat fardhu maupun shalat sunat, hendaklah kita membaca doa di bawah ini.

Sebuah hadist yang diceritakan oleh Siti Aisyah:

كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَاافْتَتَحَ الصَّلاَةَقَالَ: سُبْحَانَكَ اَللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ, وَتَبَارَكَ اسْمُكَ,وَتَعَالٰى جَدُّكَ, وَلاَاِلٰهَ غَيْرُكَ

Kaanan nabiiyu shallallaahu ‘alaihi wasallama idzap tatahash shalaata qaala: Subhaanakallaahumma wabihamdika, watabarakasmuka, wata’aalaa jadduka, walaa ilaaha ghairuka.

Nabi saw apabila membuka shalatnya mengucapkan doa berikut, “Maha Suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, Maha Agung asma-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tiada Tuhan selain Engkau”

Takbiratul ihram

Hadist di atas diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Imam Abu Daud, dan Imam Ibnu Majah dengan sanad-sanad yang dhaif. Hadist ini dinilai dhaif oleh Abu Daud dan Imam Turmudzi serta Imam Baihaqi dan lain-lainnya.

Imam Baihaqi mengatakan, riwayat paling sahih mengenainya adalah yang melalui sahabat Umar ibnul Khaththab r.a, kemudian Imam Baihaqi meriwayatkannya pula berikut sanadnya melalui sahabat Umar r.a seperti berikut:

اَنَّهُ كَبَّرَ ثُمَّ قَالَ: سُبْحَانَكَ اَللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ,وَتَعَالٰى جَدُّكَ, وَلاَاِلٰهَ غَيْرُكَ

Annahu kabbara tsumma qaala:  Subhaanakallaahumma wabihamdika, tabarakasmuka, wata’aalaa jadduka, walaa ilaaha ghairuka.

Bahwa beliau (Nabi saw) melakukan takbiratul ihram, lalu mengucapkan doa berikut, “Maha Suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, Maha Agung asma-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tiada Tuhan selain Engkau.”

 

Related Posts

Hukum membaca ta’awwudz dalam shalat dan sebelum membaca Al Quran

Membaca ta’awwudz sesudah doa iftitah hukumnya sunat menurut kesepakatan ulama. Ta’awwuz merupakan pendahuluan untuk membaca Al Qur’an. Allah swt berfirman dalam surat An Nahl ayat 98, “Apabila kamu…

Hukum Membaca Ta’awwudz Dalam Shalat

Membaca ta’awwudz hukumnya sunat, bukan wajib. Jadi seandainya seseorang meninggalkannya, tidak berdosa dan shalatnya tidak batal. Baik dia meninggalkannya dengan sengaja ataupun lupa, dan ia tidak boleh sujud…

Membaca al qur’an atau al fatihah sesudah ta’awwudz

Membaca Al Qur’an di dalam shalat hukumnya wajib menurut kesepakatan ulama. Membaca al Fatihah itu wajib, bila hal ini diganti dengan yang lain (surat lain), maka itu tidak…

Yang membatalkan bacaan al-Fatihah

Seandainya seseorang berlaku talhin (cela) dalam membaca al-Fatihah yang menyebabkan maknanya berubah, maka bacaannya menjadi batal. Tetapi jika talhinnya tidak mengubah makna, bacaannya tetap sah. Talhin yang membuat…

Hukum membaca surat selain al Fatihah dalam shalat

Sesudah membaca suratal Fatihah, seseorang hendaknya membaca suatu surat lain atau sebagian dari suatu surat lain, hal ini hukumnya sunat. Seandainya seseorang meninggalkan hal ini, shalatnya sah dan…

Keutamaan imam mengeraskan suara ketika takbir

Imam hendaklah mengeraskan bacaan takbiratul ihram dan bacaan takbir pada setiap perpindahan dari rukuk ke rukun lainnya. Menurut sunnah, imam hendaklah mengeraskan bacaan takbiratul ihram dan bacaan lainnya…