Apa itu Dioda Pemancar Cahaya?

Apa itu Dioda Pemancar Cahaya?

Light-emitting diode (LED) adalah alat listrik yang efisien untuk menciptakan cahaya. Menggunakan sirkuit semikonduktor yang disebut dioda, LED menghasilkan cahaya dalam berbagai warna, tergantung pada bahan yang digunakan dalam pembuatannya. LED lebih ringkas, andal, dan lebih tahan lama daripada bola lampu tradisional dan menggunakan sebagian kecil energi. Pertama kali digunakan pada 1970-an, LED menjadi semakin populer dan ada di mana-mana di abad ke-21. Dioda pemancar cahaya pada akhirnya dapat menggantikan bola lampu karena teknologi yang berkembang membuatnya lebih murah dan lebih efisien.

Lampu LED lebih mahal untuk diproduksi daripada bola lampu neon.

LED bekerja pada sifat yang disebut electroluminescence, di mana beberapa bahan menghasilkan cahaya ketika diisi dengan arus listrik. Efeknya pertama kali didokumentasikan pada tahun 1907, dan teknologi LED dipelopori oleh ilmuwan Rusia Oleg Losev dua dekade kemudian. Tingginya biaya bahan berarti bahwa aplikasi praktis untuk dioda pemancar cahaya tidak dikembangkan sampai tahun 1960-an. Pada 1970-an, lampu merah kecil digunakan di perangkat kecil seperti jam tangan dan kalkulator dan sebagai indikator daya untuk peralatan yang lebih besar. Kemajuan dalam teknologi semikonduktor memberi LED variasi dan aplikasi yang lebih luas pada awal abad ke-21.

Bola lampu dioda pemancar cahaya (LED) terkadang lebih disukai daripada bola lampu pijar tradisional karena menggunakan lebih sedikit bahan berbahaya dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk menyalakannya.

Dioda adalah rangkaian yang mengontrol aliran listrik menggunakan bahan semikonduktor seperti silikon . Dioda pemancar cahaya menggunakan sifat ini untuk memanipulasi elektron menjadi cahaya. Proses ini lebih hemat energi daripada bola lampu standar, yang berarti sedikit listrik yang terbuang, dan dioda dapat bertahan jauh lebih lama daripada bola lampu. LED pertama memiliki rentang warna yang terbatas, terutama merah, biru, dan kuning. Kemajuan teknologi telah meningkatkan kecerahan LED dan memberi mereka warna di seluruh spektrum.

Lampu LED lebih mahal untuk diproduksi daripada lampu pijar atau lampu neon, tetapi umurnya yang panjang membuatnya ideal untuk lokasi yang sulit mengganti lampu. Mereka sering digunakan sebagai penerangan internal dan eksternal untuk mobil, kapal, dan pesawat terbang. Banyak sinyal lalu lintas, lampu jalan, dan rambu juga menggunakan beberapa bentuk rangkaian dioda pemancar cahaya. LED menyediakan lampu latar untuk menerangi layar laptop, ponsel, dan perangkat seluler. Pada awal 2010-an, mereka telah menggunakan berbagai penggunaan pencahayaan dekoratif dan praktis.

Dioda pemancar cahaya memang memiliki beberapa kelemahan. Pada tingkat daya yang tinggi, ia cenderung kehilangan efisiensi, seorang insinyur listrik sifat menyebutnya terkulai. Hal ini dapat sensitif terhadap perubahan suhu, tegangan, dan tingkat arus. Pembuatan lampu LED putih tertunda selama bertahun-tahun karena keterbatasan spektrum LED, sifat bahan semikonduktor. Karena keterbatasan ini diatasi dengan kemajuan teknologi, teknologi LED diharapkan menjadi semakin tersebar luas di seluruh dunia.

Lampu LED yang tahan lama membuatnya sempurna untuk dipasang di tempat yang sulit dijangkau seperti lampu jalan.