Dermatitis Seboroik: Penyebab, Faktor Risiko, Gejala dan Perawatan

Dermatitis Seboroik: Penyebab, Faktor Risiko, Gejala dan Perawatan

Ini adalah kondisi peradangan pada kulit. Ini sering mempengaruhi kulit kepala, menyebabkan bercak merah bersisik.

Bercak juga bisa muncul di wajah dan tubuh bagian atas. Daerah yang terkena mungkin memiliki pelepasan zat berminyak di folikel rambut.

Dermatitis seboroik (SD) disebabkan oleh respons autoimun atau alergi , dan tidak menular. Ini juga tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diobati.

Pengobatan DS tidak selalu diperlukan, karena gejalanya bisa hilang secara alami. Namun bagi kebanyakan orang, SD adalah kondisi seumur hidup yang akan terus bergejolak dan hilang. Perawatan kulit yang tepat dapat membantu mencegah gejala.

Dermatitis seboroik pada anak-anak

Dermatitis seboroik dapat terjadi pada masa bayi, mempengaruhi kulit kepala dan menyebabkan bercak bersisik di kulit kepala bayi yang bisa berminyak atau berkerak.

Umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Beberapa bayi mungkin mengalami SD di area popok, yang sering disalahartikan sebagai ruam popok.

Dalam kasus yang jarang terjadi, SD dapat menutupi seluruh tubuh bayi, menyebabkan bercak merah, bersisik, dan kulit yang meradang.

Terlepas dari bentuk apa yang terjadi pada bayi, SD cenderung menghilang secara permanen sebelum usia satu tahun. Pilihan perawatan topikal untuk anak di bawah satu tahun harus dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter.

Dermatitis seboroik pada orang dewasa

SD dewasa adalah suatu kondisi yang datang dan pergi sepanjang hidup seseorang. Cuaca dan stres cenderung memicu gejolak. Perawatan dapat mengurangi ruam dan meredakan beberapa gejala.

Penyebab dan faktor risiko

SD lazim di 1-3 persen populasi, menurut sebuah laporan dalam jurnal medis American Family Physician. Penyebab SD tidak diketahui, tetapi banyak orang dengan kondisi ini cenderung memiliki ragi yang berlebihan pada kulit mereka di daerah yang terkena.

Memiliki kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko DS. Kondisi lain yang dapat menempatkan seseorang pada risiko DS adalah:

Jerawat kronis

Alkoholisme atau penggunaan alkohol yang berlebihan.

Depresi .

Gangguan Makan.

Psoriasis

Rosacea.

Para peneliti berpikir bahwa genetika dan hormon mungkin berperan dalam perkembangan DS, tetapi mereka belum mengidentifikasi mutasi gen spesifik yang terkait dengan penyakit tersebut. Stres, terlalu banyak ragi kulit normal, dan cuaca dingin dan kering juga berpotensi memicu wabah SD.

Apa saja gejalanya?

Gejala SD dapat meliputi:

Ketombe atau pengelupasan kulit pada kulit kepala, rambut, jenggot, kumis, atau alis.

Bercak kulit berminyak di kulit kepala, wajah, hidung, kelopak mata, telinga, dada, ketiak, selangkangan, dan di bawah payudara.

Kulit merah dan meradang.

Kulit gatal.

Apa saja pengobatan alami untuk SD?

Pemicu SD tergantung pada jenis dan sensitivitas kulit. Ketika datang ke solusi alami, tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua. Berikut adalah beberapa solusi alami yang dapat membantu mencegah gejala SD atau mengobati flare-up:

Perawatan kulit yang baik:

Untuk SD pada tubuh, terutama wajah, disarankan untuk menjaga kebersihan area yang terkena dengan mencucinya dengan sabun dan air setiap hari.

Mendapatkan banyak sinar matahari juga dapat menghentikan pertumbuhan ragi yang meradang kulit selama SD flare-up.

Untuk gejala kulit kepala, orang dewasa dapat menggunakan sampo anti ketombe yang mengandung tar batubara, asam salisilat, selenium sulfida, atau zinc pyrithione.

Minyak ikan:

Minyak ikan, yang kaya akan asam lemak omega-3, dikenal dengan kualitas anti-inflamasinya. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan menyebabkan pengurangan gejala kulit dari berbagai kondisi kulit yang meradang.

Minyak ikan aman, asalkan dikonsumsi sesuai petunjuk. Ibu menyusui harus menyadari bahwa mengonsumsi minyak ikan meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dalam ASI. Seseorang harus berbicara dengan dokter sebelum melengkapi bayi berusia kurang dari 1 tahun dengan asam lemak omega-3.

Lidah buaya:

Lidah buaya juga memiliki sifat anti-inflamasi, dan penelitian telah menunjukkan bahwa itu efektif dalam mengobati DS. Suplemen lidah buaya dapat membantu menekan jerawat dan mengurangi keparahannya.

Jangan memberikan suplemen lidah buaya kepada anak-anak di bawah usia 10 tahun tanpa terlebih dahulu mendiskusikan keamanan dan dosisnya dengan dokter.

Lidah buaya juga digunakan untuk mengobati sembelit, sehingga suplemen dapat memiliki efek samping, antara lain:

Kram perut

Diare.

Sembelit.

Perubahan warna urin

Penggunaan topikal lidah buaya juga dapat membantu mengontrol kemerahan dan gatal-gatal selama kambuhnya SD.

Sebelum menggunakan lidah buaya topikal, periksa alergi dengan mengoleskan sedikit ke sepetak kulit sehat seukuran uang receh. Jika tidak ada reaksi dalam 12-24 jam, penggunaan topikal harus aman.

Ketahuilah bahwa reaksi alergi dapat berkembang seiring waktu. Hentikan penggunaan lidah buaya topikal jika tanda-tanda alergi muncul.

Efek samping dari lidah buaya topikal dapat meliputi:

Kemerahan.

Pembakaran.

Pedas.

Kemungkinan reaksi alergi pada orang dengan sensitivitas kulit.

Probiotik:

Probiotik dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengurangi respons peradangan di seluruh tubuh.

Sementara penelitian tentang efek probiotik pada jumlah SD flare-up terbatas, probiotik masih meningkatkan respons imun yang lebih sehat, jadi mungkin patut dicoba.

Jangan berikan anak di bawah usia 1 tahun produk probiotik apa pun, seperti yogurt atau suplemen oral, karena efeknya pada anak yang sangat kecil belum diselidiki.

Minyak pohon teh:

Minyak pohon teh telah lama dipelajari sebagai pengobatan untuk banyak kondisi kulit. Ini memiliki kualitas antibakteri, antijamur, dan anti-inflamasi.

Menggunakan minyak pohon teh secara topikal aman, tetapi harus diencerkan dengan minyak pembawa, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Campurkan 3-5 tetes minyak pohon teh dalam 1 ons minyak kendaraan sebelum dioleskan. Ini dapat membantu mengurangi rasa gatal dan mempercepat penyembuhan bercak bersisik pada kulit.

Minyak esensial lainnya:

Minyak esensial herbal:

Berbagai minyak esensial encer dapat dioleskan ke kulit untuk membantu meringankan gejala DS.

Minyak evening primrose, minyak borage, dan minyak biji blackcurrant juga mengandung khasiat yang dapat membantu mengobati gejala SD. Mereka dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan. Minyak ini harus diencerkan dengan minyak pembawa sebelum aplikasi.

Penggunaan minyak esensial pada anak kecil, bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui belum diteliti secara menyeluruh. Seseorang hanya boleh menggunakan minyak esensial pada bayi dengan sangat hati-hati dan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Minyak atsiri tidak boleh ditelan dan hanya boleh digunakan secara topikal atau dari diffuser.

Perawatan medis

Obat topikal adalah pengobatan yang paling umum untuk flare-up SD. Ini termasuk:

krim

busa

gel

Lotion

Salep yang mengandung kortikosteroid atau hidrokortison.

Obat-obatan ini dapat menyebabkan penipisan kulit dengan penggunaan yang berlebihan, sehingga dokter hanya akan merekomendasikannya untuk penggunaan jangka pendek. Melengkapi obat topikal ini dengan perawatan alami dapat mengurangi efek samping dan mungkin lebih baik dalam jangka panjang.

Untuk SD pada kulit kepala yang dipicu oleh bakteri, gel antibakteri dapat diresepkan. Krim dan sampo antijamur juga merupakan pilihan untuk gejala SD ini.

Terapi cahaya telah digunakan pada kasus DS yang parah. Terapi cahaya melibatkan mengekspos area kulit atau kulit kepala yang terkena sinar ultraviolet.