Doa Rasulullah saw Ketika Menang Dalam Pertempuran

Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik (dalam arti sempit, adalah kondisi permusuhan dengan menggunakan kekerasan) antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata. Di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri.

Hal ini tercermin dari doktrin angkatan perangnya seperti “Barang siapa menguasai ketinggian maka menguasai dunia”. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi. Namun kata perang tidak lagi berperan sebagai kata kerja, namun sudah bergeser pada kata sifat. Yang memopulerkan hal ini adalah para jurnalis, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, namun secara umum perang berarti “pertentangan”.

Secara spesifik dan wilayah filosofis, perang merupakan turunan sifat dasar manusia yang tetap sampai sekarang memelihara dominasi dan persaingan sebagai sarana memperkuat eksistensi diri dengan cara menundukkan kehendak pihak yang dimusuhi. Dengan mulai secara psikologis dan fisik. Dengan melibatkan diri sendiri dan orang lain, baik secara kelompok atau bukan.

Perang dapat mengakibatkan kesedihan dan kemiskinan yang berkepanjangan. sebagai contoh perang dunia yang mengakibatkan hilangnya nyawa beratus-ratus orang di Jepang dan tentu saja hal ini mengakibatkan kesedihan mendalam dalam diri masyarakat Jepang.

Penyebab terjadinya perang di antaranya adalah:

  1. Perbedaan ideologi
  2. Keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan
  3. Perbedaan kepentingan
  4. Perampasan sumber daya alam (minyak, hasil pertanian, dll)

 

peperangan

Pada saat perang terjadi dan kemenangan didapatkan, maka dianjurkan memperbanyak bersyukur kepada Allah swt, memuji kepada-Nya, dan mengakui bahwa hal tersebut merupakan karunia-Nya, bukan karena upaya dan kekuatan kita. pertolongan itu berasal dari Allah swt. hendaklah mereka berhati-hati, jangan sampai merasa besar diri secara berlebihan, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan kekecewaan, seperti firman-Nya dalam surat At Taubah ayat 25:

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai Para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, Yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang Luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.”

Pujian imam bagi orang yang menampilkan keahliannya dalam berperang

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Salamah ibnul Akwa r.a. dalam hadisnya yangpanjang mengenai kisah serangan kaum kuffar terhadap peternakan unta Madinah dan merampok semua ternak unta, maka Salamah dan Abu Qatadah mengejar mereka. Salamah melanjutkan kisahnya hingga sampai pada sabda Rasul saw yang mengatakan:

Sebaik-baik pasukan berkuda kita hari ini adalah Abu Qatadah, dan sebaik-baik pasukan berjalan kita adalah Salamah.