Doa sesudah Asar hingga matahari terbenam

Doa sesudah Asar hingga matahari terbenam

Memperbanyak zikir dalam waktu Asar adalah sunat muakkad (dikukuhkan) karena salat Asar adalah salat wustha, menurut pendapat jumhur ulama salaf dan khalaf. Disunatkan pula memperbanyak zikir dalam salat subuh dengan perhatian yang khusus, karena kedua salat tersebut menurut pendapat paling sahih merupakan salat wustha.

Disunatkan memperbanyak zikir sesudah Asar, dan di akhir siang hari lebih diperbanyak lagi melakukannya. Allah swt telah berfirman di dalam Al Qur’an surat Thaahaa ayat 130:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِرَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا

Wasabbih bihamdi rabbika qabla thuluu’isysyamsii waqabla ghuruu bihaa.

Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum mathari terbit dan sebelum terbenamnya.

Surat Al Mu’min ayat 55:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِرَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ

Wasabbih bihamdi rabbika bil’asyiyyi wal ibkaari.

Dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu di waktu sore hari dan pagi hari.

Doa setelah asar

Surat Al A’raf ayat 205:

وَذْكُرْكُمْ رَبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًاوَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِمِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّوَالْاٰ صَالِ

Wadzkurkum rabbaka fii nafsika tadharru’an wakhiifatan waduunal jahri minal qauli bil ghuduwwi wal aashaali.

Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang.

 

Surat An Nuur ayat 36-37:

فِيْ بُيُوْتٍ اَذِنَ اللّٰهُ اَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَفِيْهَااسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهٗ فِيْهَابِالْغُدُوِّوَالْاٰ صَالِ. رِجَالٌ لاَتُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌوَلاَبَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ

Fii buyuutin adzinallaahu an turfa’a wayudzkara fiihasmuhu yusabbihu lahuu fiihaa bil ghuduwwi wal aashaali. Rijaalun laa tulhiihim tijaaratun walaa bai’un ‘an dzikrillaahi.

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah.

Di dalam kitab Ibnu Sinni dengan sanad yang dhaif melalui sahabat Anas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang sedang berzikir kepada Allah swt. dari salat Asar hingga matahari terbenam, lebih aku sukai daripada aku memerdekakan delapan orang budak dari keturunan Nabi Ismail.