Bacaan Doa Setelah Mendengar Adzan (Arab dan Artinya)

Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya salat fardu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu. Setelah mendengar suara adzan, maka dianjurkan untuk berdoa. Sa’id ibnu Abu Waqqash r.a. telah menceritakan hadist berikut, bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ: اَشْهَدُاَنْ لاَاِلٰهَ اِلاَّاللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبًّا, وَبِمُحَمَّدٍرَسُوْلاً, وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَ, غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

Man qaala hiina yasma’ul mu adz dzina: Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalahu, wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, radhiitu billaahi rabban, wabi Muhammadin rasuulan, wabil islaami diina, ghufira lahu dzanbuhu.

Barang siapa ketika mendengar azan mengucapkan doa berikut, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku rela Allah sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasul-Nya, islam sebagai agamaku,” niscaya dosa-dosanya akan diampuni.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud, melalui Siti Aisyah r.a. : “Bahwa Rasulullah saw apabila mendengar suara muazin mengucapkan syahadat, beliau bersabda, “Akulah, akulah (orangnya).”

Adzan

Jabir ibnu Abdullah r.a. menceritakan hadist berikut, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ, وَالصَّلاَةِ الْقَاءِمَةِ اٰتِ مُحَمَّدًالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ, وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدًاالَّذِىْ وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِىْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Man qaala hiina yasma’un nidaa-a, Allaahumma rabba haadzihid da’watit taammaati, wash shalaatil qaa imati aati Muhammadan al washiilata wal fadhiilata, wab’atshu maqaaman mahmuudan alladzii wa’ad tahu, hallat lahu syafaa ‘atii yaumal qiyaamati.

Barang siapa ketika mendengar azan mengucapkan doa berikut, “Ya Allah, Rabb seruan (azan) yang sempurna ini dan (Rabb) salat yang didirikan, anugerahkanlah wasilah dan keutamaan kepada Nabi Muhammad, dan tempatkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan kepadanya.” Niscaya ia mendapat syafaat dariku.