Dzikir

Etika khatam Al Qur’an dan yang berkaitan dengannya

Khataman bagi pembaca Al Qur’an sendirian, disunatkan dilakukan di dalam salat. Bagi yang mengkhatamkannya di luar salat, misalnya sekumpulan orang mengkhatamkan Al Qur’an secara bersama-sama disunatkan dilakukan pada permulaan malam hari atau permulaan siang hari. Disunatkan puasa di hari pengkhataman, kecuali jika bertepatan dengan hari yang dilarang oleh syariat melakukan puasa.

Sebuah riwayat yang sahih bersumber dari Thalhah ibnu Musharraf, Al Musayyab ibnu Rafi’, dan Hubaib ibnu Abu Tsabit, semuanya adalah para tabi’in dari Kufah, menyatakan bahwa mereka berpuasa di diang hari khataman Al Qur’an nya. Disunatkan pula menghadiri majelis khataman bagi orang yang dapat membacanya dan bagi orang yang tidak pandai membacanya.

Ada sebuah hadis yang menyatakan, “Bahwa Rasulullah saw memerintahkan kepada wanita-wanita yang haid keluar di hari raya untuk menyaksikan kebaikan dan doa kaum muslim.”

Diriwayatkan di dalam kitabMusnad Imam Ad-darimi melalui sahabt Ibnu Abbas r.a, bahwa ia menugaskan seorang lelaki untuk mengawasi lelaki lain yang sedang membaca Al Qur’an. Apabila lelaki yang membaca itu hendak mengkhatamkan bacaannya, maka Ibnu Abbas r.a diberi tahu, lalu ia menyaksikan pengkhataman tersebut.

Ibnu Abu Daud meriwayatkan dengan dua sanad yang sahih melalui Qatadah, seorang tabi’in terhormat lagi berkedudukan sebagai imam, murid sahabat Anas r.a, ia menceritakan, “Apabila sahabat Anas ibnu Malik r.a mengkhatamkan Al Qur’an, ia mengumpulkan semua keluarganya, lalu ia berdoa.”

Telah diriwayatkan dengan sanad yang sahih melalui Al Hakam ibnu Utaibah, seorang tabi’in yang terhormat dan juga imam. Ia menceritakan, “Mujahid dan Abdah ibnu Abu Lubabah mengirim pesuruhnya kepadaku dengan membawa pesan, ‘Sesungguhnya kami mengundangmu karena kami hendak mengkhatamkan Al Qur’an, sedangkan doa ketika khatam Al Qur’an diperkenankan’.” Di dalam sebagian riwayatnya yang sahih disebutkan, “Sesungguhnya rahmat itu diturunkan ketika khatam Al Qur’an.”

Telah diriwayatkan pula dengan sanad yang sahih melalui Mujahid, bahwa ia mengatakan, “Mereka selalu berkumpul ketika khatam Al Qur’an,” dan mereka mengatakan, “Sesungguhnya rahmat diturunkan ketika khatam Al Qur’an.”

Related Posts

Etika qari dalam membaca Al Quran

Seorang qari hendaknya dia ikhlas dalam bacaannya, mengharapkan pahala dari Allah swt, tidak dimaksudkan sebagai sarana untuk sesuatu yang lain, bersopan santun dengan Al Qur’an, dan mengkhusyukan hati…

Hukum berdoa setelah khatam Al Quran

Berdoa setelah mengkhatamkan Al Qur’an disunahkan dengan pengertian sunat muakkad (dikukuhkan). Diriwayatkan di dalam kitab Musnad Imam Ad-Darimi melalui Humaid Al-A’raj rahimahullah yang mengatakan, “Barang siapa membaca Al…

Perintah menghafal Al Qur’an dan peringatan bagi yang melupakannya

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abu Musa Al-Asy’ari r.a yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Hafalkanlah oleh kalian Al Qur’an ini!…

Inilah waktu utama dan terbaik untuk membaca Al Qur’an

Membaca Al Qur’an yang palin utama adalah di dalam salat. Mazhab Imam Syafii dan lain-lain mengatakan bahwa memperpanjang berdiri di dalam, salat karena membaca Al Qur’an adalah lebih…

Makruh mengkhatamkan Al Qur’an dalam sehari semalam

Segolongan ulama dari kalangan terdahulu memakruhkan mengkhatamkan Al Qur’an dalam sehari semalam, hal ini ditunjukkan oleh dalil yang telah diriwayatkan dengan sanad yang sahih di dalam Sunan Abu…

Keutamaan Membaca Al Quran dan Memelihara Bacaannya

Tilawah atau membaca Al Qur’an merupakan dzikir paling utama, dan hal yang dianjurkan dalam membaca Al Qur’an ialah dengan memikirkan maknanya. Memelihara bacaan Al Qur’an Seseorang dianjurkan memelihara…