Pengertian dan Tata Cara Shalat Awwabin

Pengertian dan Tata Cara Shalat Awwabin

Pengertian dan tata cara shalat awwabin. Secara bahasa “awwabin” berarti kembali kepada Allah dengan bertaubat dan beristighfar. Setelah mengerjakan shalat sunah ba’da maghrib, dianjurkan bagi siapa pun untuk mengerjakan shalat sunah 2 rakaat sampai 6 rakaat yang dinamakan shalat sunah awwabin.

Hadits yang menjelaskan keutamaan shalat awwabin

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى سِتَّ رَكَعَاتٍ بَعْدَ الْمَغْرِبِ لَمْ يَتَكَلَّمْ بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عُدِلَتْ لَهُ عِبَادَةَ اثْنَتَىْ عَشْرَةَ سَنَةً

Siapa yang shalat enam raka’at ba’da Maghrib, dan ia tidak berbicara kejelekan di antaranya, maka ia dicatat seperti ibadah 12 tahun.”
Al-Mawardi mengatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat tersebut dan mengatakan,

هَذِهِ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ

Ini adalah shalat awwabin.”

Dari Hudzaifah, ia berkata,

جِئْتُ النبي صلى الله عليه وسلم فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي ، فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ

“Aku pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, aku melaksanakan shalat bersama beliau yaitu shalat Maghrib. Setelah selesai shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri lalu melaksanakan shalat lagi (shalat sunnah). Beliau terus menerus shalat hingga datang shalat ‘Isya’.”

Dari kalangan ulama Syafi’iyah, mereka bersendirian mengatakan bahwa shalat awwabin adalah shalat sunnah antara shalat Maghrib dan shalat ‘Isya. Shalat tersebut dinamakan pula shalat ghaflah. Karena shalat tersebut dilakukan saat orang-orang ghaflah (lalai), kebanyakan orang di waktu tersebut disibukkan dengan makan malam, tidur, dan lainnya. Ulama Syafi’iyah berpandangan bahwa jumlah raka’at shalat tersebut adalah 20 raka’at. Dalam pendapat lainnya disebutkan hanya enam raka’at.

Shalat Awwabin

Tata Cara Mengerjakan Shalat Awwabin

Bacaan Niat Shalat Awwabin

اُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ صَلاَةَالْاَوَّابِيْنَ سُنَّةًلِلّٰهِ تَعَالٰى اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Ushalli rak’ataini shalaatal awwabiina sunnatal lillaahi ta’aalaa, Allaahu akbar.

“Saya niat shalat dua rakaat sunah awwabin karena Allah ta’ala. Allahu akbar”

Sesudah membaca surah al fatihah pada rakaat pertama bacalah surat al ikhlas enam kali, al falaq sekali dan an naas sekali, begitu juga pada rakaat kedua. Sehabis salam, lalu shalat lagi 2 rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua bacalah surat apa saja yang dikehendaki, lafal niatnya sama saja dengan diatas.

Kemudian shalat lagi 2 rakaat, dengan niat lafal yang sama, pada rakaat pertama setelah al fatihah membaca surah al kafirun. Dan pada rakaat kedua setelah al fatihah membaca surat al ikhlas.