Yang disunatkan ketika menghadapi sakaratul maut

Yang disunatkan ketika menghadapi sakaratul maut

Disunatkan bersyukur kepada Allah swt dengan hati dan lisannya serta memantapkan hati bahwa saat itu merupakan saat terakhir baginya di dunia ini, sehingga tergeraklah dirinya untuk berusaha keras agar mengakhirinya dengan kebaikan dan segera menunaikan hak-hak pemiliknya masing-masing, antara lain mengembalikan perkara yang zalim, titipan, pinjaman, dan meminta maaf kepada keluarganya, yaitu istri, kedua orang tua, anak-anak, para pelayan, tetangga, dan teman-temannya serta setiap orang yang mempunyai hubungan muamalah atau persahabatan dengannya atau berkaitan dalam sesuatu hal.

Dianjurkan berwasiat mengenai perkara anak-anak apabila mereka tidak mempunyai kakek yang layak dijadikan sebagai wali mereka. Hendaklah berwasiat mengenai hal-hal yang tidak mungkin dapat dikerjakan pada saat itu, seperti membayar sebagian utang-utang dan sebagainya.

Hendaknya berbaik sangka kepada Allah swt bahwa Dia pasti merahmatinya, dan memantapkan perasaan dalam hati bahwa dirinya adalah or yang paling hina di kalangan makhluk Allah swt. allah swt tidak perlu menyiksa serta tidak perlu pula kepada ketaatannya. Dia adalah hamba-Nya; tidaklah ia meminta maaf, kebajikan, dan ampunan serta harapan kecuali hanya kepada Allah swt.

Disunatkan membiasakan diri membaca ayat Al Qur’an yang mengandung makna harapan dengan suara lembut atau dibacakan oleh orang lain dan ia mendengarkannya. Dianjurkan pula meminta dibacakan hadis yang mengandung makna harapan, kisah orang-orang saleh, dan sepak terjang mereka ketika menghadapi kematian.

Hendaknya kebaikan yang dikerjakannya makin bertambah, memelihara salat, dan menjauhi najis serta hal-hal lain yang termasuk pekerjaan agama. semua itu ia lakukan dengan sabar seraya menanggung masyaqat-nya dan berlaku hati-hati agar tidak meremehkan hal tersebut. sesungguhnya termasuk hal yang paling buruk ialah bila seseorang di akhir hayatnya di dunia ini merupakan ladang akhirat berlaku sembrono (lalai) terhadap apa yang diwajibkan atas dirinya, atau hal yang disunatkan atas dirinya.

Dianjurkan agar ia tidak mendengar omongan orang yang mengejeknya karena ia melakukan sesuatu hal yang disebutkan di atas, karena sesungguhnya hal tersebut merupakan ujian baginya, dan orang yang melakukannya tiada lain adalah teman yang tidak mengerti musuh yang tersembunyi. Janganlah mendengarkan ejekannya, tetapi hendaklah berusaha sekuat tenaga untuk mengakhiri umurnya dengan keadaan yang paling sempurna.