Dalil, Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunah Wudhu

Setiap kali seseorang selesai berwudhu, disunnahkan mengerjakan shalat sunah wudhu 2 rakaat. Hukumnya adalah sunnah berdasarkan hadist nabi

“Barangsiapa mengambil wudhu seperti cara aku berwudhu kemudian dia menunaikan shalat dua rakaat dan tidak berkata-kata antara wudhu dan shalat, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” ( Shohih Bukhori, no.159 dan Shohih Muslim, no.226)

Pada waktu setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, Rasulullah SAW pernah bertanya kepada sahabat Bilal: “Wahai Bilal, dapatkah Engkau ceritakanlah kepada saya tentang salah satu amal perbuatan yang lebih diharapkan (diandalkan) yang Engkau kerjakan dalam Islam, sebab sebenarnya saya telah mendengar detak suara sandalmu di surga?”. Sahabat  Bilal pun menjawab : “Saya tidak mengerjakan suatu amal perbuatan yang lebih saya harapkan, bahwa sesungguhnya saya tidak bersuci (berwudhu) diwaktu malam maupun siang kecuali saya mengerjakan shalat (sunnah) karena bersuci (wudhu) yang ditentukan bagiku untuk shalat”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabda Nabi Muhammad SAW : “Barangsiapa yang berwudhu, lalu mengerjakan shalat dua rakaat tidak lalai (dengan khusyu) dalam keduanya, maka diampuni dosa-dosa yang sudah lewat”. (HR. Abu Dawud). Dan sabdanya lagi : “Tidak ada dari seorang yang berwudhu (kemudian) memperbaiki (menyempurnakan) wudhunya (lalu) dia mengerjakan shalat dua rakaat, dia hadapi shalatnya dengan hati dan wajahnya (khusyu), kecuali wajib baginya surga (masuk surga)”. (HR. Muslim).

Cara mengerjakan shalat wudhu sama dengan shalat yang lainnya, yang membedakan hanyalah bacaan niatnya. Sedangkan waktu pelaksanaannya adalah setelah kita berwudhu kemudian membaca doa setelah wudhu lalu mengerjakan shalat sunah tersebut. Adapun lafal niatnya adalah :

Niat shalat wudhu

اُصَلِّ سُنَّةً بَعْدَالْوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى اَللّٰهُ اكْبَرْ

“Saya niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah ta’ala. Allahu akbar”

Related posts

Leave a Comment