Adab Bertamu Serta Menerima Tamu Dalam Islam

Adab Bertamu Serta Menerima Tamu Dalam Islam

Sunnah Memuji Allah dan Bersyukur Bila Kedatangan Tamu

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui jalur yang banyak dari Abu Hurairah dan Abu Syuraih Al Khuza’i r.a, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia menghormati tamunya.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan:

Pada suatu siang hari atau malam hari Rasulullah saw keluar, tiba-tiba beliau bersua dengan Abu Bakar dan Umar, lalu beliau bertanya, “Apakah gerangan yang membuat kamu berdua keluar dari rumahmu di saat seperti ini?”

Mereka berdua menjawab, “Karena lapar, wahai Rasulullah.” Rasul saw bersabda, “Aku pun, demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan kekuasaan-Nya, benar-benar keluar karena mengalami seperti apa yang kalian alami. Marila kita berangkat.”

Mereka berangkat bersamanya, lalu beliau mendatangi seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ternyata lelaki yang dimaksud tidak ada di rumah.

Ketika istrinya melihat Nabi saw, ia berkata, “selamat datang.”

Rasul bersabda kepadanya, “Kemanakah si Fulan?” si istri menjawab, “Ia pergi untuk mencari minum buat kami.”

Tiba-tiba lelaki Anshar itu datang dan memandang kepada Rasulullah saw serta kedua sahabatnya, lalu ia berkata, “Segala puji bagi Allah, tidak ada seorang pun hari ini yang lebih menghormati tamu selain dari aku.” Hingga akhir hadis.