Tatacara dan Bacaan Doa Thawaf Sesuai Tuntunan Sunnah Nabi

Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah salah satu amal ibadah yang dilakukan oleh Muslim pada saat melaksanakan haji dan umrah. Tawaf hanya dilakukan di Masjidil Haram.

Ketika mengusap Hajar Aswad dan ketika memulai thawaf, disunahkan mengucapkan zikir sebagai berikut:

بِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ اَللّٰهُمَّ اِيْمَانًابِكَ وَتَصْدِيْقًابِكِتَابِكَ وَوَفَاءًبِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًالِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahi wallaahu akbaru, Allaahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bikitaa bika wawafaa an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati shallallaahu ‘alaihi wasallama.

“Dengan menyebut asma Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (kami lakukan hal ini) karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, menunaikan janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi –Mu saw.”

Doa Thawaf Putaran 1 sampai 3

Thawaf

Disunatkan mengulang zikir tersebut dikala berada lurus sejajar dengan Hajar Aswad dalam setiap thawaf, dan mengucapkan doa berikut di kala melakukan lari kecil pada tiga putaran thawaf, yaitu:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّامَبْرُوْرًا وَذَنْبًامَغْفُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا

Allaahummaj ‘alhu hajjan mabruuran, wa dzanban maghfuuran, wa sa’yan masykuuran.

“Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji mabrur, dosa yang diampuni, dan sa’i yang disyukuri (mendapat balasan pahala).”

Doa Thawaf Putaran 4 sampai 7

Hendaknya pula mengucapkan doa berikut pada empat putaran yang masih tersisa, yaitu:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْوَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّاتَعْلَمُ وَاَنْتَ الْاَ عَزُّ الْاَ كْرَمُ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَااٰتِنَافِى الدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ

Allaahummaghfir warham wa’fu ‘ammaa ta’lamu wa antal a’azzul akramu, Allaahumma rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaa bannaari.

“Ya Allah, ampunilah, tahmatilah, dan maafkanlah semua dosa yang Engkau ketahui, sedangkan Engkau Mahaperkasa lagi Mahamulia. Ya Allah, Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka.”

Imam Syafii mengatakan bahwa zikir yang paling disukai dalam thawaf ialah, “Ya Allah, Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia,” hingga akhir bacaan. Imam Syafii mengatakan, “Dan aku menyukai bila doa tersebut diucapkan dalam semuanya. Disunatkan berdoa di antara thawaf dengan doa yang disukai mengenai perkara agama dan duniawi. Seandainya seseorang berdoa, lalu jamaah mengamininya, maka hal ini lebih baik.”

Telah diriwayatkan melalui Al Hasan, bahwa doa di tempat tersebut diperkenankan dalam 15 tempat, yaitu ketika thawaf, di multazam, di bawah talang Ka’bah, di dalam Ka’bah, ketika di sumur zamzam, di atas Shafa dan Marwah, di tempat Sa’i, di belakang maqam Ibrahim, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina, dan ketika berada pada ketiga jumrah. Menyesallah orang yang tidak sungguh-sungguh berdoa pada tempat-tempat itu.

Membaca Al Qur’an Ketika Thawaf

Dalam mazhab Imam Syafii disunatkan membaca Al Qur’an dalam thawaf, karena thawaf merupakan tempat berzikir, dan zikir paling utama ialah membaca Al Qur’an. Tetapi Abu Abdullah Al Hulaimi dari kalangan orang yang terkemuka dari murid Imam Syafii mengatakan tidak disunatkan membaca Al Qur’an dalam thawaf. Tetapi pendapat yang sahih adalah yang pertama.

Membaca Al Qur’an lebih utama daripada doa-doa yang tidak di-ma’tsur. Adapun doa yang di-ma’tsur, jelas lebih utama daripada membaca Al Qur’an menurut pendapat yang sahih. Menurut pendapat lainnya, membaca Al Qur’an lebih afdal daripada doa-doa yang di-ma’tsur.

Syeikh Abu Muhammad Al Juwaini mengatakan, disunatkan membaca Al Qur’an dalam musim haji sekali khatam dalam tahwaf agar pahalanya makin besar.

Doa Setelah Selesai Thawaf

Setelah selesai thawaf dan selesai salat sunat thawaf dua rakaat disunahkan pula memanjatkan doa yang disukai. Diantara doa yang di-ma’tsur ialah seperti berikut:

اَللّٰهُمَّ اَنَاعَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ اَتَيْتُكَ بِذُنُوْبٍ كَثِيْرَةٍ وَاَعْمَالٍ سَيِّءَةٍ وَهٰذَامَقَامُ الْعَاءِذِبِكَ مِنَ النَّارِ فَاغْفِرْلِى اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ

Allaahumma anaa ‘abduka wabnu ‘abdika ataituka bidzunuubin katsiiratin wa a’maalin sayyi atin wa haadzaa maqaamul ‘aadzi bika minannaari faghfirlii innaka antal ghafuurur rahiimu.

“Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, aku datang dengan membawa dosa-dosa yang banyak dan amal-amal yang buruk. Ini adalah tempat untuk memohon perlindungan kepada-Mu dari neraka, maka ampunilah daku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”