Bacaan Dzikir Setelah Shalat Fardhu dan Sunnah Lengkap Dengan Arab, Latin dan Terjemahannya

Shalat fardhu merupakan shalat yang memiliki status hukum fardhu, artinya wajib dilaksanakan. Shalat fardhu itu ada yang fardhu ‘ain dan ada yang fardhu kifayah. Fardhu ‘ain artinya kewajiban yang dibebankan kepada setiap orang (masing-masing). Sedangkan fardhu kifayah artinya dibebankan kepada sebagian orang, maksudnya bila ada salah seorang saja yang melaksanakan maka yang lainnya tidak berdosa, misalnya shalat jenazah.

Sedangkan shalat sunnah itu banyak sekali jenisnya, misalnya shalat rawatib, shalat tahajjud, shalat dhuha, dan lain sebagainya.

Berdoa dan berdzikir setelah shalat fardhu/sunnah sangat dianjurkan sekali, karena setelah shalat merupakan waktu ijabah doa (waktu yang baik untuk berdoa).

dzikir setelah shalat

Adapun dzikir dan doa yang dibaca setelah shalat fardhu/sunnah adalah sebagai berikut:

Membaca istighfar sebanyak 3 kali

اَسْتَغْفِرُاللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِىْ لاَاِلٰهَ اِلاَّهُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘adhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi.

“Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung, yang tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Kemudian membaca:

لاَاِلٰهَ اِلاّاللّٰهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِىْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahuulaa syariika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadiirun. Sebanyak 3 kali.

“Tak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah kerajaan, dan bagi-Nya lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Membaca:

اَللّٰهُمَّ اَجِرْنِىْ مِنَ النَّارِ

Allaahumma ajirnii minan naari. (3 kali)

“Wahai Allah, lindungilah aku dari api neraka.”

Membaca:

اَللّٰهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَارَبَّنَابِالسَّلاَمِ وَاَدْخِلْنَاالْجَنَّةَ دَارَالسَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَاوَتَعَالَيْتَ يَاذَاالْجَلاَلِ وَالْاِ كْرَامِ

Allaahumma antas salaamu wa minkas salaamu wa ilaika ya’uudus salaamu fahayyinaa rabbanaa bis salaami wa adkhilnal jannata daaras salaami tabaarakta rabbanaa wa ta’aa laita yaa dzal jalaali wal ikraami.

“Wahai Allah, Engkaulah (Pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, Ya Tuhan Kami, Maha Memberi Berkah dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.”

Membaca:

اَللّٰهُمَّ لاَمَانِعَ لِمَااَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِىَ لِمَامَنَعْتَ وَلاَرَادَّ لِمَاقَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّمِنْكَ الْجَدُّ

Allaahumma laa maa ni’a limaa a’thaita walaa mu’thiya limaa mana’ta, walaa raadda limaa qadhaita walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

“Wahai Allah, tak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang telah Kau berikan. Tak ada yang dapat memberikan terhadap apa yang telah Kau cegah. Tak ada yang dapat menolak terhadap apa yang telah Kau tetapkan. Dan kemuliaan seseorang tak berguna baginya, hanya dari Engkaulah kemuliaan itu.”

Membaca isti’adzah dan surat Al Fatihah.

Membaca surat Al Ikhlas.

Membaca surat Al Falaq

Membaca surat An Naas

Membaca:

وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَاحِدٌلاَاِلٰهَ اِلاَّهٌوَالرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Wa ilaahukum wa ilaahuw waahidun laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiimu.

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Dilanjutkan dengan membaca ayat kursyi.

اَللّٰهُ لاَاِلٰهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُهٗ سِنّةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهٗ مَافِى السَّمٰوَاتِ وَمَافِى الْاَ رْضِ مَنْ ذَاالَّذِىْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗ اِلاَّبِاِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍمِنْ عِلْمِهٖ اِلاَّبِمَاشَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَالْاَ رْضَ وَلاَ يَؤُدُهٗ حِفْظُهُمَاوَهُوَالْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu laa ta’khudzuhu sinatuw walaa naumun. Lahu maa fis samaa waati wamaa fil ardhi, man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bi syai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya uuduhuu hifdhu humaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiimu.

“Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya. Ia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya lah apa yang ada di langit dan di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Ia mengetahui apa saja yang ada di depan dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah selain yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

لِلّٰهِ مَافِى السَّمٰوَاتِ وَمَافِى الْاَ رْضِ وَاِنْ تُبْدُوْامَافِىْ اَنْفُسِكُمْ اَوْتُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ. فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَآ ءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَآءُ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Lillaahi maa fis samaawaati wamaa fil ardhi wa in tubduu maa fii anfusikum au tukhfuuhu yuhaa sibkum bihillaahu. Fayaghfiru limay yasyaa-u wa yu’adz dzibu may yasyaa-u wallaahu ‘alaa kulli syai-in qadiirun.

“Kepunyaan Allah lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Membaca:

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلُّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلاَءِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِنْ رُسُلِهٖ وَقَالُوْاسَمِعْنَاوَاَطَعْنَاغُفْرَانَكَ رَبَّنَاوَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu-minuuna kullun aamana billaahi wa malaa-ikatihii warusuulihi laa nufarriqu baina ahadin min rusulihii wa qaaluu sami’naa wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. Mereka mengatakan, ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat’. (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan hanya kepada Engkaulah tempat kembali.”

لاَيُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًااِلاَّوُسْعَهَالَهَامَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَامَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَالاَتُؤَاخِذْنَااِنْ نَسِيْنَااَوْ اَخْطَأْنَا. رَبَّنَاوَلاَتَحْمِلْ عَلَيْنَااِصْرًاكَمَاحَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِىْنَ مِنْ قَبْلِنَا. رَبَّنَاوَلاَتُحَمِّلْنَامَالاَطَاقَةَ لَنَابِهٖ وَاعْفُ عَنَّاوَاغْفِرْلَنَاوَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَافَانْصُرْنَاعَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa mak tasabat rabbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa walaa tuhammilnaa ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alal ladziina min qablinaa. Rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaa qata lanaa bihii, wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fangshurnaa ‘alal qaumil kaafiriina.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesangggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereke berdoa), ‘Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Lalu membaca:

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهُ لاَاِلٰهَ اِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَءِكَةُ وَاُوْلُواالْعِلْمِ قَاءِمًابِالْقِسْطِ لاَاِلٰهَ اِلاَّهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ. اِنَّ الدَّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلاَمُ

Syahidallaahu annahu laa ilaaha illaa huwa wal malaa-ikatu wa uulul ‘ilmi qaa-iman bil qisthi laa ilaaha illaa huwal ‘aziizul hakiimu. Innad diina ‘indallaahil islaamu.

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah islam.”

Kemudian membaca:

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُوَتُعِزُّمَنْ تَشَآءُ وَتُذِللُّ مَنْ تَشَآءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْرٌ

Qulillaahumma maalikal mulka tu-til mulka man tasyaa-u wa tanzi’ul mulka mimman tasyaa-u wa tu’izzu man tasyaa-u wa tudzillu man tasyaa-u biyadikal khairu innaka ‘ala kulli syai-in qadiirun.

“Katakanlah, ‘Wahai Allah Yang Mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Lalu membaca:

تُوْلِجُ اللَّيْلَ فٖى النَّعَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَىَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَىِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُبِغَيْرِحِسَابٍ

Tuulijul laila fin nahaari wa tuulijun nahaara fil laili wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi wa tarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaabin.

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”

Lalu membaca:

اِلٰهِىْ يَارَبِّىْ سُبْحَانَ اللّٰهِ

Ilaahii yaa rabbii subhaanallaahi.

“Wahai Tuhanku, Rabbku, Mahasuci Allah.”

Bacalah:

سُبْحَانَ اللّٰهِ

Subhaanallaahi (33 kali).

“Mahasuci Allah.”

سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهٖ دَاءِمًا: اَلْحَمْدُلِلّٰهِ

Subhaanallaahil ‘aliyyil ‘adhiimi wa bihamdihii daa-iman: Alhamdulillaahi

“Mahasuci Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, dan dengan memuji-Nya selalu dengan ucapan Alhamdulillah.”

Membaca:

اَلْحَمْدُلِلّٰهِ

Alhamdulillaahi (33 kali)

“Segala puji bagi Allah.”

اَلْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَفِى كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ: اَللّٰهُ اَكْبَرُ

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina ‘alaa kulli haalin wa fii kulli haalin wa ni’matin: Allaahu akbar.

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, atas segala keadaan dan dalam segala keadaan dan kenikmatan (kami ucapkan): Allahu akbar.

Membaca:

اَللّٰهُ اَكْبَرُ

Allaaahu akbar (33 kali)

اَللّٰهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًاوَالْحَمْدُلِلّٰهِ كَثِيْرًاوَسُبْحَانَ اللّٰهُ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً. لاَاِلٰهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ اِلٰهًاوَاحِدًاوَرَبًّاشَاهِدًاوَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ

Allaahu akbaru kabiiran wal hamdu lillaahi katsiiran wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilan. Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariika lahu, ilaahan waahidan wa rabban syaahidan wanahnu lahuu muslimuuna.

“Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, Tuhan Yang Esa, dan Tuhan Yang Maha Menyaksikan, dan kepada-Nya kami berserah diri.”

Membaca:

اَسْتَغْفِرُاللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullaahal ‘adhiimi sebanyak 3 kali.

اَفْضَلُ الذِّكْرِفَاعْلَمْ اَنَّهٗ لاَاِلٰهَ اِلاَّاللّٰهُ

Afdhaludz dzikri fa’lam annahu laa ilaaha illallaahu.

“Ketahuilah dzikir yang paling utama ialah kalimat Laa ilaaha illallaah (Tak ada Tuhan kecuali Allah).”

Kemudian membaca Laa ilaaha illallaah sebanyak 100 kali.

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللّٰهُ مُحَمَّدٌرَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَانَحْيَاوَعَلَيْهَانَمُوْتُ وَعَلَيْهَانُبْعَثُ اِنْ شَاءَاللّٰهُ تَعَالَى مِنَ الْاٰ مِنِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa ilaaha illallaahu Muhammadur rasuulullaahi shallallaahu ‘alaihi wasallama. Kalimatu haqqin ‘alaihaa nahyaa wa’alaihaa namuutu wa ‘alaihaa nub’atsu insyaa Allaahu ta’aala minal aaminiina birahmatika yaa arhamar raahimiina.

“Tak ada Tuhan selain Allah, nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga Allah memberi rahmat dan kesejahteraan kepadanya. Kalimat yang hak, atasnya kami hidup, atasnya kami mati dan atasnya pula kami dibangkitkan, Insya Allah (kami) termasuk orang-orang yang aman. Dengan rahmat Engkau wahai Zat yang paling pengasih di antara para pengasih.”

Related posts

Leave a Comment