Bacaan Niat Shalat Fardhu 5 Waktu dan Terjemahannya

Niat adalah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah. Secara bahasa, orang Arab menggunakan kata-kata niat dalam arti ‘sengaja’. Terkadang niat juga digunakan dalam pengertian sesuatu yang dimaksudkan atau disengajakan. Sedangkan secara istilah, tidak terdapat definisi khusus untuk niat.

Maka dari itu, barangsiapa yang menetapkan suatu definisi khusus yang berbeda dengan makna niat secara bahasa, maka orang tersebut sebenarnya tidak memiliki alasan kuat yang bisa dipertanggungjawabkan.

Karena itu banyak ulama yang memberikan makna niat secara bahasa, semisal Nawawi, ia mengatakan niat adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya.” Pendapat lain mengatakan “Niat adalah maksud yang terdapat dalam hati seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dilakukan.”

Al-Khathabi mengatakan, “Niat adalah bermaksud untuk mengerjakan sesuatu dengan hati dan menjatuhkan pilihan untuk melakukan hal tersebut. Namun ada juga yang berpendapat bahwa niat adalah tekad bulat hati. Dr. Umar al-Asyqar mengatakan, “Mendefinisikan dengan niat dan maksud yang tekad bulat adalah pendapat yang kuat. Definisi tersebut mengacu kepada makna kata niat dalam bahasa Arab.”

Ada juga ulama yang mendefinisikan niat dengan ikhlash. Hal ini bisa diterima karena terkadang makna niat adalah bermaksud untuk melakukan suatu ibadah, dan terkadang pula maknanya adalah ikhlash dalam menjalankan suatu ibadah.

Niat Shalat

Niat shalat shubuh :

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً( مَأْمُوْمًا/اِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَرْ

Usholli fardhossubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muman/imaman lillaahita’ala. Allaahu akbar. (Saya berniat shalat fardhu shubuh 2 rakaat menghadap qiblat sebagai ma’mum karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat Dzuhur

اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً( مَأْمُوْمًا/اِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَر

Usholli fardhadzh-dzuhri arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muman/imaman lillaahita’ala. Allaahu akbar.  (Saya berniat shalat fardhu dzuhur 4 rakaat menghadap qiblat sebagai ma’mum karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat Ashar

اُصَلّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً( مَأْمُوْمًا/اِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَر

Usholli fardhal ‘asri arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muman/imaman lillaahita’ala. Allaahu akbar. (Saya berniat shalat fardhu ashar 4 rakaat menghadap qiblat sebagai ma’mum karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat Maghrib

اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً( مَأْمُوْمًا/اِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَر

Usholli fardhal maghribi tsalaatsa roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muman/imaman lillaahita’ala. Allaahu akbar. (Saya berniat shalat fardhu maghrib 3 rakaat menghadap qiblat sebagai ma’mum karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Niat Shalat Isya’

اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً( مَأْمُوْمًا/اِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى.اَللّٰهُ اَكْبَر

Usholli fardhal ‘isaai arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muman/imaman lillaahita’ala. Allaahu akbar. (Saya berniat shalat isya’ ashar 4 rakaat menghadap qiblat sebagai ma’mum karena Allah ta’ala. Allaahu akbar)

Catatan : apabila shalatnya dilakukan sendirian, maka niatnya tanpa ma’muman atau imaman.

Related posts

Leave a Comment